<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13245">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATANTEPUNG JAGUNG(Zea mays l.)DALAM PEMBUATANKUE KERING CORN FLAKE</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ARRIDHA HUSPI LESTARI NBP.1101331008</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Peningkatan permintaan terigu antara lain disebabkan makin beragamnya produk makanan berbasis terigu. Harga terigu yang makin mahal menyebabkan beberapa makanan berbasis terigu mengurangi produksinya. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah memanfaatkan tepung dari bahan pangan lokal dalam memproduksi makanan berbasis terigu.Pengembangan kue kering berbasis tepung jagung dapat mengurangi penggunaan terigu yang harganya makin mahal. Keunggulan tepung jagung sebagai bahan pangan adalah kandungan serat pangannya lebih tinggi dibandingkan dengan terigu.rnKuekeringcorn flakedikajidarikomposisibahan-bahan yang digunakandapatdibagimenjadidua, yaitubahanbakuutamadanbahanbaku tambahan. Bahanbakuutamaterdiridaritepungterigu, tepung jagung, lemak(margarin), kuning telur dan gula. Sedangkanbahanbaku tambahanadalah garam, vanili, baking powder dan corn flake.rnTahapan dalam pembuatan kue kering corn flake adalah pencampuran, pencetakan, peloyangan, pemanggangan, pendinginan serta pengemasan.rnPada pengujian mutu produk didapatkan rendemen 79,11 %, kadar air 2,5 %, kadar abu 1,78 %, kadar lemak 24,39 %, kadar protein 5,83 % dan karbohidrat sebesar 65,5 %. Berdasarkan uji organoleptik kue kering corn flake disukai oleh panelis dari segi rasa, warna, aroma dan kenampakan sedangkan tekstur netral. Hasil uji mikrobiologi didapatkan total mikroba hasilnya 5,3 x 103 koloni/g dan total kapang khamir 4,1 x 103 koloni/g. Hasil % AKGdengan mengkonsumsi satu sajian kue kering corn flake dengan berat 30 g tercukupi protein 3,0 %, lemak 14,6 % dan karbohidrat 4,3 %. Dari hasil rekapitulasi data selama 4 kali produksi didapatkan total keuntungan sebesar Rp. 16.334, dan R/C ratio adalah 1,3 sehingga dapat menggambarkan bahwa kue kering corn flake layak untuk diproduksi.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>13245</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>