<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13714">
<titleInfo>
<title>KEMAMPUAN LAHAN NAGARI AMPALU KEC. LAREH SAGO HALABAN UNTUK PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN KEHUTANAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEWI REMANDA NBP. 1311313041</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOD CHANDRA OKA NO. BP. 1201342037</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilaksanakan di nagari Ampalu Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Lahan ladang hutan karet ( Agroforestri ) yang ada pada daerah ini umumnya memiliki kemiringan lahan yang curam. Oleh karena itu penentuan kemampuan lahan ini sangat diperlukan karena sebagai usaha pertanian yang paling intensif termasuk penentuan tindakan penghambatnya tanpa menyebabkan lahan tersebut rusak. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode faktor penghambat dengan melakukan survei lapangan dan penelitian sampel tanah. Tujuan dilakukan penilaian kemampuan lahan ini adalah agar masyarakat mengetahui kelas kemampuan lahan apakah yang sesuai untuk bercocok tanam tanaman pertanian dengan pengolahan dan konservasi yang berbeda atau yang tidak sesuai untuk bercocok tanam.rnHasil penelitian yang diperoleh adalah kelas kemampuan lahan I - IV yang sesuai untuk tanaman musiman, kelas kemampuan lahan V – VI yang sesuai untuk tanaman tahunan, padang rumput, pengembalaan, dan kelas kemampuan VII – VIII yang harus dihutankan kan, hutan produksi, maupun cagar alam. Secara umum pilihan masyarakat dalam melakukan pengolahan lahan di nagari Ampalu belum tepat sesuai dengan penempatan dan kepatutannya, tetapi demi memenuhi kebutuhan hidup lahan tersebut tetap dikelola. Sebagai solusi maka lahan-lahan tersebut harus diberikan tindakan konservasi seperti lahan ladang hutan yang sangat curam harus diberi teras agar tidak terjadi longsor dan erosi yang nantinya merusak lahan dan daerah itu sendiri. Permasalahan yang terjadi dalam hal ini adalah kekurangan pengetahuan dan tindakan nyata masyarakat dalam mengolah lahan yang sesuai dengan kemampuan dan penggunaanya beserta tindakan konservasinya agar lahan tersebut berada dalam keadaan lestari, bisa diolah, dan tidak mengalami longsor, erosi yang berakibat buruk bagi lahan dan daerah itu sendiri.</note>
<subject authority=""><topic>Laboratorium Kimia</topic></subject>
<subject authority=""><topic>ilmu informasi,komunikasi,perpustakaan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>13714</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>