<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13778">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN TEPUNG LIMBAH KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI BAHAN PAKAN TAMBAHAN TERNAK KAMBING KACANG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FAUZIAH RENITA BP.1001372046</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia yang memiliki ciri-ciri fisik : badan kecil dan pendek, kadang-kadang terdapat gelambir kecil di leher bagian atas, mempunyai bobot hidup lebih kecil dibanding kambing jenis lainnya. Baik betina maupun jantan kebanyakan bertanduk, telinga ukuran sedang, leher pendek dan tebal, punggung agak melengkung, ekor kicil tegak, bulu pada kambing betina pendek sedangkan untuk kambing jantan panjang ( Aqiqah, 2010).rnDalam pemeliharaan ternak kambing pakan merupakan faktor yang paling utama diperhatikan, agar kambing yang dihasilkan mencapai bobot badan yang diharapkan. Untuk mendapatkan bobot badan yang diinginkan perlu dilakukan pemberian pakan yang teratur dan manajemen yang benar serta menggunakan teknologi yang tepat, salah satunya dengan pemanfaatan tepung limbah kulit kakao (Sarwono, 2004).rnMenurut Nasrullah dan Ella, (1993), pengolahan kulit kakao tanpa fermentasi dilakukan dengan cara memotong, mencincang kulit kakao terlebih dahulu, kemudian dijemur dibawah sinar matahari sampai kering. Setelah benar-benar kering kulit kakao ini ditumbuk, kemudian diayak. Pemberiannya dapat dicampur dengan bahan pakan lain seperti bekatul maupun jagung giling.rnHasil yang didapatkan setelah melaksanakan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini adalah pertambahan bobot badan kambing perlakuan 2,4 kg dengan berat rata-rata 30,76 g/hari, dengan pemberian pakan tambahan(konsentrat) yang terdiri dari tepung limbah kulit buah kakao, jagung giling, dedak, dan mineral selama 78 hari pemeliharaan. Sedangkan untuk kambing kontrol dengan pemberian konsentrat tanpa tambahan bahan pakan tepung limbah kulit buah kakao diperoleh pertambahan bobot badan 0,5 kg selama pemeliharaan 78 hari dengan bobot rata-rata 6,41 g/hari.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>13778</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>