<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13983">
<titleInfo>
<title>RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KOL (Brassica oleracea) PADA BEBERAPA MEDIA PEMBIBITAN DI SHIMOTA FARM IBARAKI JEPANG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIO HERMANSYAH NBP. 0901382027</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASANrnKol merupakan tanaman sayur family Brassicaceae berupa tumbuhan berbatang lunak yang dikenal sejak jaman purbakala (2500-2000 SM) dan merupakan tanaman yang dipuja dan dimuliakan masyarakat Yunani Kuno. Di Indonesia Kol sering juga disebut sebagai kubis, gubis dan beberapa sebutan lainnya.rnJepang khususnya di Shimota Farm biasa digunakan media khusus untuk pembibitan yang disebut dengan tsuchi (sejenis kompos yang telah dicampur dengan unsur hara lainnya) yang ditanam pada pepa potto (ペーパーポット)dalam bahasa Indonesia disebut dengan pot kertas. Pepa potto memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan media tanam yang ada di Indonesia sehingga tidak memerlukan lahan yang luas untuk pembibitan kol.rn Kol pada awalnya merupakan tanaman pengganggu (gulma) yang tumbuh liar di sepanjang pantai laut Tengah, di karang-karang pantai Inggris, Denmark dan pantai Barat Prancis sebelah Utara. Kol mulai ditanam di kebun-kebun Eropa kira-kira abad ke 9 dan dibawa ke Amerika oleh imigran Eropa serta ke Indonesia abad ke 16 atau 17.rnPersentase daya kecambah sebesar 100% menunjukan bahwa penggunaan media tsuchi  sangat baik. Media tsuchi terdiri dari bahan yang ringan, porous (gembur) dan subur dengan kandungan N:P:K (180:800:200) mg/l. Bahan utama tsuchi ini adalah kompos yang berasal dari sampah organik timun, tomat, paprika, labu, bayam laba-laba dan tanaman hias. Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasar nya berasal dari limbah organik. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.rnrn</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>13983</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>