<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14229">
<titleInfo>
<title>OPTIMALISASI PENDAPATAN DENGAN MELAKUKAN PENGAWASAN KERJA KARYAWAN PETIK GUNTING SECARA INTENSIF UNTUK MENCAPAI STANDAR MUTU PUCUK TEH (Camellia sinensis L)  DI PTP. NUSANTARA VI KAYU ARO SUMBAR-JAMBI</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUCI PRATIWI NBP.1001333019</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LUKY PURNAMA NBP. 1201333016</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAMADHANI SINAGA NBP. 05011052</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2008</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>rnSalah satu komoditi perkebunan yang menjadi andalan dari sektor pertanian adalah tanaman teh (Camellia sinensis.L.) sebagai komoditi penghasil devisa negara.  PTP.Nusantara VI Kayu Aro merupakan salah satu perusahaan negara yang bergerak di sub sektor perkebunan, yang menghasilkan produk berupa teh hitam dalam bentuk bulk.rnrnPTP. Nusantara VI Kayu Aro mengalami kesulitan dalam meningkatkan produktifitas karyawan, dimana tuntutan konsumen akan mutu teh hasil olahan  mencapai standar 60 % mutu pucuk, namun perusahaan baru mencapai 54 %, hal ini disebabkan oleh masih lemahnya pengetahuan karyawan petik dan pengawasan yang masih rendah.  Salah satu alternatif yang dapat dilakukan perusahaan yaitu melalui pengawasan yang intensif kepada karyawan petik gunting guna mencapai standar mutu pucuk rnrnDalam bahasan pengembangan bisnis yang akan dilakukan adalah bagaimana agar kegiatan pemetikan perusahaan mendapatkan keseimbangan antara kualitas dan kuantitas pucuk teh hasil petikan.  rnrnAdapun tahapan pengembangan bisnis  adalah meningkatkan pengawasan kerja mandor, menanamkan rasa kepedulian kerja karyawan, pemberian premi kepada karyawan dan mandor, serta adanya evaluasi kerja pengawasan.rnrnApabila tahapan pengembangan bisnis ini telah dapat dilakukan secara tepat dan berkesinambungan, maka dapat menambah pendapatan bagi perusahaan.  Dimana laba perusahaan sebelum pengembangan bisnis Rp. 1.511.730.972, menjadi Rp.  2.086.698.996 per tahunnya setelah adanya pengembangan bisnis, dengan B/C Ratio 1,53 Net B/C Ratio 15 % 30,94 , Net B/C Ratio 20 % 20,9 % NPV 15 % Rp 10.020.051.480, NPV 20 % Rp. 6.658.910.161 dan IRR 29,90 %rnrn</note>
<subject authority=""><topic>Pembibitan Karet</topic></subject>
<subject authority=""><topic>teknologi Hasil Ternak</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>14229</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>