<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14275">
<titleInfo>
<title>PEMBERIAN PUPUK HAYATI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aftika Nursal. 1001373035</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUCI PRATIWI NBP. 1001333019</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUHAMMAD EDI MARWAN BP. 08 011 21 011</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2011</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) merupakan salah satu sumber protein nabati yang cukup penting di Indonesia dalam pola menu makanan masyarakat. Luas  pertanaman kacang tanah menempati urutan keempat setelah padi, jagung, dan kedelai. Komposisi kandungan kacang tanah yaitu sebagai sumber lemak nabati (40-50%), protein (25-30 %),  karbohidrat (12%), mineral seperti Ca, P, Fe serta vitamin A dan B. Kacang tanah mempunyai nilai gizi yang tinggi dan banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan seperti pembuatan minyak, sabun, mentega, dan lain-lain. (Suprapto, 2004). rnKebutuhan kacang tanah dalam negeri menunjukkan kenaikan angka yang cukup besar, yaitu dari 634.000 ton menjadi 807.000 ton atau meningkat 4,4% pertahun (Adisarwanto, 2004)   Sementara produksi pada periode yang sama, hanya naik 2,5 % (620.000 menjadi 702.000 ton).  Untuk memenuhi kekurangan tersebut. Disamping impor kacang tanah yang meningkat 85,9 % per tahun, juga meningkatkan produksi kacang tanah.rnSalah satu teknologi untuk meningkatkan produksi tanaman kacang tanah adalah dengan menggunakan pupuk mikroba pelarut posfat yaitu pupuk biophos. Pupuk  hayati  dapat melepas fosfat yang terikat di dalam tanah maupun dan pupuk fosfat yang diaplikasikan, memobilisasi, mempermudah membuat fosfat menjadi tersedia bagi tanaman, dan meningkatkan serapan P tanaman, sehingga produksi kacang tanah meningkat.rnHasil Proyek Usaha Mandiri kacang tanah dengan menggunakan pupuk hayati mampu memperoleh hasil 118 kg/ 300m2 (3683,3 kg/Ha). Proyek Usaha Mandiri ini mengeluarkan biaya modal (total cost/TC) Rp.336.918,12 dan menghasilkan penerimaan (total revenue/ TR) Rp.826.000  sehingga usaha ini mendapatkan keuntungan Rp.489.081,88.  Dilihat dari analisis finansialnya maka usaha ini memiliki profitabilitas 145,16 %, dan RC ratio 2,45.rn</note>
<subject authority=""><topic>Teori Ekonomi</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Kimia Organik Hayati</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>14275</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>