<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="14543">
<titleInfo>
<title>EFISIENSI PENGGUNAAN LAHAN SISTEM TUMPANGSARIJAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Dan KEDELAI  (Glycinemax L.) Di LAHAN BEKAS SAWAH DESA SUMBEREJOKABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>TAUFIQ FATHULLAH NBP. 1201321002</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fitriyono Ayustaningwarno</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Marisi P. Purba</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>rn rn Jagung merupakan tanaman serealia yang bisa tumbuh hampir di seluruhrndunia.  Di Indonesia jagung memegang peranan kedua setelah padi, sebagai bahanrnmakanan yang bernilai gizi tinggi, dan tidak kalah dibandingkan dengan beras.  Jagungrnmemiliki banyak jenis dan varietas yang setiap waktu semakin berkembang, baik dari segirnkandungan gizi, rasa, dan ketahanan terhadap hama dan penyakit.  Permintaan jagungrnmanis di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya tetapi produksi jagung manis dirnIndonesia masih rendah dengan rata – rata 2,89 ton tongkol basah / hektar.rn rnMelihat masih rendahnya tingkat produksi dari jagung manis maka perlu iptek yangrnsesuai dan memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan dilahan pertanian  sehinggarndapat  mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani.  Salah satu cara untuk meningkatkanrnproduktifitas dalam budidaya efisiensi lahan adalah pola tanam tumpangsari, pemanfaatanrncahaya, air dan hara, mengontrol gulma, hama dan penyakit serta merupakan jalurrnalternatif untuk pertanian yang berkelanjutan.  Hasil yang didapat untuk tanaman rntumpangsari sebesar Rp. 32.110.000 sedangkan hasil produksi yang didapat untukrntanaman monokultur sebesar Rp.  23.625.000 sehingga selisih hasil yang didapatrntanaman tumpangsari adalah Rp. Rp 8.485.000.  Dengan demikian dapat disimpulkanrnbahwa menggunakan metode tumpangsari jauh lebih menguntungkan ketimbangrntanaman monokultur. rnrnLaporan tugas akhir ini ditulis berdasarkan kegiatan pengalaman kerja praktek rnmahasiswa (PKPM) Tahun ajaran 2014 - 2015 selama tiga bulan terhitung mulai bulanrnMaret sampai  Juni 2015.  Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa ini dilaksanakan dirnkelompok tani Dirgantara, Desa Sumberjo, Kecamatan Pagar Marbau, Kabupaten DelirnSerdang, Sumatera Utara. rn rn</note>
<subject authority=""><topic>infeksi</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>14543</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:09</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>