<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="23363">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN LABU KUNING (Cucurbita moschata Durch) DALAM PEMBUATAN ROTI BOY</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HAMBALI HASAN HASIBUAN NBP.1101333030</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pembuatan roti boy dengan pemanfaatan labu kuning bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis pangan lokal yaitu labu kuning dan penganekaragaman produk olahan labu kuning. Labu kuning “Cucurbita moschata Durch” memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin A, B1 dan C. Selain itu labu kuning juga mengandung betakaroten yang berfungsi untuk melindungi mata dari serangan katarak, mencegah kanker, serangan jantung, diabetes, hipertensi dan banyak penyakit lainnya.rnProses pengolahan roti boy labu kuning meliputi tahap pembuatan roti dan pembuatan topping. Pembuatan roti yaitu persiapan bahan, pencampuran (mixing), fermentasi, pemotongan dan penimbangan / pembagian (deviding), pebulatan (rounding) dan pengisian, peloyangan (panning), proofing, pemberian topping, pemanggangan, pengemasan dan pelabelan. Selanjutnya pada tahap pembuatan topping yaitu persiapan bahan dan pencampuran (mixing). Formulasi pembuatan roti dapat dilihat pada Tabel. 7 dan formulasi topping roti dapat dilihat pada Tabel 8.rnJumlah produksi roti boy dari satu formulasi sebanyak 13 kemasan dari rata-rata empat kali produksi, kemudian hasil analisa proksimat kadar air roti boy 29,61 %, kadar abu 1,90 %, kadar protein 9,20 %, kadar lemak 28,03 % dan karbohidrat 31,26 %. Hasil organoleptik roti boy untuk nilai rasa adalah 4 (suka), nilai warna 3,84 (suka), nilai aroma 3,96 (suka), nilai tekstur 3,44 (netral) dan nilai kenampakan adalah 3,88 (suka). Selanjutnya hasil analisa total mikroba (TPC) bakteri sebanyak 6,2 x 103 dan untuk kapang sebanyak 6,0 x 103.rnDari analisa finansial roti boy diperoleh R/C rasio sebesar 1,4, BEP harga Rp. 7.110, BEP produksi 9,24 kemasan dan laju keuntungan yang diperoleh dari produksi roti boy adalah 40,64 %. Hal ini menunjukkan bahwa roti boy layak untuk di produksi.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>23363</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>