<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24280">
<titleInfo>
<title>PENGELOLAAN AIR DARI BERBAGAI VARIETAS TERHADAP  PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI DI BALAI BESAR PENELITIAN TANAMAN PADISUBANGJAWA BARAT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Akbar JunaidiSyahputra NBP. 0901321035</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Padi(Oryzasativa L.) merupakan bahan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Padi memiliki lebih kurang 25 spesies yang tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Di Indonesia, pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistem ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan hasil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang.Tingkat pertumbuhan penduduk  semakin meningkat membuat kebutuhan masyarakat akan beras dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan konsumsi terhadap beras ini tidak diimbangi oleh angka peningkatan produksi beras dalam negeri. Untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan penerapan teknologi yaitu dengan penggunaan varietas unggul dan pengelolaan air.rnrnPengelolaan air merupakan usaha yang berhubungan dengan penyediaan air untuk lahan pertanian.  Pengairan pada tiap petak percobaan dilakukan sesuai dengan perlakukan.  Kondisi pengairan W1(tergenang) adalah air disalirkan ke unit hamparan golongan tanam sampai seluruh petakan tanaman tergenang.  Kondisi pengairan W2(intermitten) adalah dilakukan dengan cara pemberian air secara intermitten /macak-macak tang merupakan cara penggenangan yang diselingi dengan pengeringan pada waktu tertentu, yaitu pada saat pemupukan dan penyiangan. Adapun varietas (V) yang digunakan dalam percobaan ini adalah V1 Hipa jatim 2, V2 Hipa 13, V3 Hipa 8, V4 Inpari 19, V5 B11143D-MR-1-PN-3-MR-3-SI-2-3-PN-1, V6 Ciherang.  Kesimpulan  yang diperoleh dari pengelolaan air adalah pada pengamatan tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada sistem pengelolaan air dengan metode intermitten danvarietas adalah W2V3 (Hipa 8).  Jumlah anakan yang memiliki pertumbuhan terbaik yaitu sistem intermitten W2V3(Hipa 13).  Produksi terbaik adalah intermitten W2V6 yaitu Ciherangsekitar 5,45 ton/ha.rn</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="9722" url="" path="/Revisi Berahir.docx" mimetype="application/msword">lta</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>24280</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:17:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-01 11:16:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>