<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3071">
<titleInfo>
<title>MANAJEMEN PEMUPUKAN KELAPA SAWITrn(ElaeisguineensisJacq.) MENGHASILKANrnDI PT. BUMI SAWIT PERKASA KEBUN SEI TAMALUKUrnKABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FATHYARI ICHSAN TARIGAN NBP. 0911323024 PROGRAM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>PT. Bumi Sawit Perkasa (BSP) Kebun Sei Tamaluku Kampar Riau merupakan anak perusahaan dari First Resources Ltd. Perusahaan ini merupakan perusahaan swasta nasional yang didirikan di Indonesia dan melakukan budidaya tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan produk utama adalah Crude Palm Oil (CPO) dan Inti sawit (Kernel).rnPermasalahan yang dihadapi dalam budidaya tanaman kelapa sawit adalah penggunaan lahan gambut sebagai media tanam kelapa sawit. Lahan gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi tetapi rendah akan unsure hara makro dan mikro. Rendahnya unsur hara yang terkandung pada lahan gambut sebagai media tanaman kelapa sawit pada PT. BSP ini memberikan dampak negatif terhadap tanaman. Asupan hara yang dimanfaatkan oleh tanaman tidak dapat terpenuhi secara optimal. Kondisi seperti ini, menjadi permasalahan karena mempengaruhi optimalitas produksi kelapa sawit untuk mengatasinya maka perlu dilakukan penambahan unsur hara melalui kegiatan pemupukan.rnManajemen pemupukan perlu dilakukan agar perusahaan mendapatkan efisiensi dan efektifitas dari kegiatan tersebut karena biaya yang dikeluarkan oleh kegiatan ini mencapai 40-70% dari biaya pemeliharaan tanaman (Hasoloan, 2012).rnBerdasarkan hasil pengamatan dilapangan mengenai analisa hasil dan aspek biaya terlihat bahwa PT. BSP Rayon A dengan luas lahan 594,15 Ha menggunakan biaya Rp 2.317.411.350,- lebih kecil 14,28% dibandingkan dengan pemupukan pada rayon B dengan lahan 709,87 Ha dengan biaya pemupukan Rp 2.648.378.900,-. Sehingga, sebaiknya dalam hal pemupukan dilakukan tekhnik pemupukan 5 T (tepat waktu, tepat cara, tepat dosis, tepat jenis dan tepat sasaran).  rnrn</note>
<subject authority=""><topic>Tanaman Pergola</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3071</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>