<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3202">
<titleInfo>
<title>UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOS KULIT KAKAO (Theobroma cacao L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NOVI WAHYUNI NBP. 1301361023</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ALFI THOIBAH TANJUNG NBP. 1101321011</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) berasal dari Benua Amerika, diperkirakan dari lereng pegunungan Andes. Tanaman ini sudah diusahakan oleh bangsa Indian di Amerika Selatan sejak 1500 SM. Berdasarkan luas pertanaman kacang tanah menempati urutan ke empat setelah padi, jagung dan kedelai. Dengan rata–rata produksi 1,10 ton/Ha polong kering. Produktifitas yang dihasilkan Indonesia masih tergolong rendah yaitu sekitar 1,0 ton/Ha dengan peningkatan produksi hanya 2,5 % per tahun sedangkan permintaan dari tahun ke tahun terus naik yaitu sebesar 4,4 % pertahun.rnProyek Usaha Mandiri ini dilakukan di lahan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota. Dilaksanakan pada awal bulan September 2013 sampai awal bulan Januari 2014 dengan luas lahan 250 m2rnBerdasarkan pengamatan pertumbuhan dengan menggunakan teknologi kompos kulit kakao yaitu mencapai 32,6 cm sedangkan tanpa perlakuan hanya mencapai 30,9 cm. Dilihat dari segi generatif juga lebih bagus yang menggunakan kompos kulit kakaornBudidaya kacang tanah dengan menggunakan teknologi Pemanfaatan kompos kulit kakao untuk menghasilkan produksi polong basah kacang tanah sebesar 75kg/250m2 . Sedangkan untuk kontrol yaitu sebesar 34 kg. Berdasarkan analisis finansial budidaya tanaman kacang tanah dengan luasan 250 m2 memperoleh keuntungan sebesar Rp. 249.620, profitabilitas 64.35 %, RC Ratio 1.64, BEP hasil 45 kg, dan BEP harga Rp. 5.175/kg.</note>
<subject authority=""><topic>Penyakit Kulit</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3202</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>