<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33341">
<titleInfo>
<title>TEKNIK PENGENDALIAN PENYAKIT CACAR DAUN TEH
(Exobasidium vexans M.) DI PTP NUSANTARA VI
UNIT USAHA KAYU ARO KERINCI PROVINSI JAMBI</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>VENI YULANDA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Tanaman teh (Camellia sinensis L.) merupakan salah satu komoditas yang
mempunyai peran cukup strategis dalam perekonomian Indonesia. Komoditas teh
juga menjadi sektor usaha unggulan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam
jumlah besar. Selain itu, komoditas teh memiliki arti penting dalam perekonomian
Indonesia karena menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang dan merupakan
sumber devisa yang cukup besar bagi pemerintah (Setjen Pertanian, 2015).
Salah satu kendala rendahnya produksi teh adalah karena adanya serangan
organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti penyakit cacar daun teh (blister
blight). Penyakit ini disebabkan oleh jamur Exobasidium vexans M. Penyakit
cacar menyerang daun pertama, kedua dan ketiga dan dapat menurunkan produksi
pucuk serta menurunkan kualitas teh. Perkembangan penyakit ini dipengaruhi
oleh faktor iklim terutama kelembaban udara, ketinggian lokasi kebun dan sifat
tanaman selain itu, perkembangan cacar daun teh juga dipengaruhi panjangnya
oleh rotasi petik.
Pengandalian penyakit dapat dilakukan dengan menerapkan metode Early
Warning System (EWS) sebagai monitoring dan teknik pengendalian dengan cara
kultur teknis, penggunaan klon tahan, serta secara kimia. Penerapan metode EWS
akan mendapat data pengamatan yang akurat sehingga waktu dan cara
pengendalian yang tepat dapat dilakukan. Cara kultur teknis yang dapat dilakukan
adalah pemangkasan sejajar permukaan tanah dan pengendalian gulma. Klon
tahan yang dapat digunakan yaitu klon seri Gambung (Gmb 1-11) dan
pengendalian kimia dilakukan dengan pemberian fungisida.</note>
<subject authority=""><topic>Budidaya Tanaman Perkebunan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4716" url="" path="/2.VENI YULANDA.15252311033.pdf" mimetype="application/pdf">ABSTRAK</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33341</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-09 08:16:55</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-09 08:16:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>