<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33449">
<titleInfo>
<title>TEKNOLOGI PENGAPURAN DENGAN PENAMBAHAN
BOKASHI KOTORAN SAPI GUNA MENINGKATKAN
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH
(Arachis hypogeae L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FEGI RAMADNIANI PUTRI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan
pangan, industri makanan, dan pakan ternak. Menurut BPS (2016) rata-rata
produktivitas kacang di Kabupaten Limapuluh Kota pada tahun 2010 −2015 masih
tergolong rendah yaitu 1,52 ton/ha. Sedangkan hasil penelitian dengan pemberian
kapur pertanian dapat mencapai 2,4 ton/ha. Kebutuhan akan kacang tanah sebagai
salah satu produk pertanian tanaman pangan terus meningkat sejalan dengan kenaikan
pendapatan dan jumlah penduduk.
Produktivitas kacang tanah yang rendah dapat ditingkatkan dengan penggunaan
teknologi yang tepat guna. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk
meningkatkan produksi kacang tanah adalah pemberian kapur pertanian dengan
penambahan bokashi kotoran sapi. Pengapuran pada tanah akan mensuplai kalsium
(Ca) sehingga dapat memperbaiki kesuburan tanah dan defisiensi hara
Ca dapat ditanggulangi. Selain itu, dengan penggunaan kapur pertanian aktivitas
mikroorganisme akan meningkat, karena mikroorganisme lebih sesuai pada pH tanah
yang mendekati netral, struktur tanah juga menjadi gembur sehingga baik untuk
pertumbuhan kacang tanah. Penambahan bokashi kotoran sapi dapat memeperbaiki
struktur tanah yang lebih baik. Pelaksanaan percobaan dilakukan dari bulan
September sampai Desember 2017 di Kebun Politeknik Pertanian Negeri
Payakumbuh dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi pengapuran
dengan penambahan bokashi kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi kacang
tanah.
Aplikasi teknologi pengapuran dengan penambahan bokashi kotoran sapi
memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah
polong/tanaman, jumlah polong bernas/tanaman, berat polong basah/tanaman, dan
berat biji kering/tanaman. Namun tidak berbeda nyata terhadap jumlah cabang,
jumlah biji/tanaman dan berat 100 biji. Selain berpengaruh terhadap pertumbuhan
juga dapat meningkatkan produksi kacang tanah. Lahan dengan teknologi pengapuran
dengan penambahan bokashi kotoran sapi menghasilkan 2,4 ton/ha. Sedangkan lahan
dengan penambahan bokashi kotoran sapi tanpa pengapuran menghasilkan 1,5 ton/ha.
Teknologi pengapuran dengan penambahan bokashi kotoran sapi memberikan
peningkatan produksi kacang tanah sebesar 60%.</note>
<subject authority=""><topic>Budidaya Tanaman Pangan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5678" url="" path="/1.cover15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5679" url="" path="/2. BAB I15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5680" url="" path="/3. BAB II15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5681" url="" path="/4. BAB III15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">BAB III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5682" url="" path="/5. BAB IV15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5683" url="" path="/6. BAB V15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5684" url="" path="/DAFTAR PUSTAKA15251321021.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33449</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 07:53:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 07:53:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>