<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33470">
<titleInfo>
<title>PERBEDAAN PERTUMBUHAN VEGETATIF KLON – KLON BAWANG
MERAH DI BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JAMALDI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditi
hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, serta komoditi pertanian yang
banyak dibudidayakan di Indonesia. Keunggulan bawang merah dibandingkan
komoditi hortikultura lainnya adalah mempunyai daya simpan yang lebih lama.
Bawang merah sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan
masakan untuk bumbu dapur dan obat. Berbagai kendala dalam proses
pengusahaannya masih ditemukan, baik kendala yang bersifat teknis maupun
ekonomis. Kendala dari segi teknis yaitu petani belum dapat menerapkan teknik
budidaya bawang merah yang benar dalam meningkatkan produktivitas bawang
merah, sedangkan kendala dari segi ekonomis yaitu penanaman bawang merah
menggunakan umbi membutuhkan biaya yang banyak karena harga umbi yang
mahal. Alternatif yang pontesial sebagai sumber benih bawang merah yaitu biji
botani TSS (True Seed OF Shallot). Penggunaan TSS menghasilkan tanaman yang
lebih subur sehinggga produktifitasnya lebih tinggi dibandingkan benih dari umbi.
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan vegetatif
klon bawang merah untuk produksi biji TSS (True Seed OF Shallot) dan mengetahui klon
tanaman bawang merah yang baik untuk di sertifikasi. Kegiatan pengalaman kerja
pratek mahasiwa (PKPM) berlangsung selama 10 minggu yang dimulai dari 20
Februari 2018 sampai 30 April 2018 bertempat di Balai Penelitan Tanaman
Sayuran (Balitsa), Lembang, Jawa Barat. Berdasarkan hasil pengamatan,
pertumbuhan vegetatif bawang merah untuk produksi TSS setiap klon yang diuji
mengalami perbedaan setiap minggunya. Tinggi tanaman tertinggi pada umur 6
MST terdapat pada klon B 63 dan terendah berada di klon B 4, jumlah daun per
rumpun berada di klon B 63 terendah berasa diklon B 4 dan jumlah anakan
terbanyak pada klon B 298 dan jumlah anakan paling sedikit berada di klon B 19.
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan
vegetatif masing masing klon bawang merah berbeda berdasarkan parameter
pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan. Klon bawang merah
B 63 merupakan klon terbaik dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah
anakan. Disarankan dalam budidaya bawang merah menggunakan klon B 63.</note>
<subject authority=""><topic>budidaya tanaman hortikultura</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="5869" url="" path="/Cover (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5872" url="" path="/Abstrak (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Abstrak</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5874" url="" path="/HALAMAN PENGESAHAN (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Halaman Pengesahan</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5875" url="" path="/HALAMAN PENGUJI (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Halaman Penguji</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5876" url="" path="/DAFTAR ISI (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Isi</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5877" url="" path="/BAB I (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Bab I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5878" url="" path="/BAB II (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Bab II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5879" url="" path="/BAB III (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Bab III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5880" url="" path="/BAB IV (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Bab IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5881" url="" path="/BAB V (15252324014).pdf" mimetype="application/pdf">Bab V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5883" url="" path="/Daftar Pustaka (15252324018).pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Pustaka</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="5885" url="" path="/Lampiran (15252324018).pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33470</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 08:42:37</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 08:42:37</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>