<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33499">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN TEPUNG CANGKANG TELUR UNTUK MENINGKATKAN
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)
PADA KONDISI PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>WAHYUDA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kacang tanah merupakan salah satu sumber pangan yang sangat penting di
Indonesia, yaitu sebagai sumber protein nabati. Kacang tanah juga sangat penting
untuk dikembangkan karena dari segi produktivitasnya, kacang tanah yang
dibudidayakan di Indonesia masih rendah, yaitu hanya sekitar 1 ton/ha. Tingkat
produktivitas yang dicapai ini baru setengah dari produktivitas yang dicapai
apabila dibandingkan dengan USA, China, dan Argentina yang sudah mencapai
lebih dari 2.0 ton/ha.
Salah satu teknologi produksi yang bisa digunakan untuk meningkatkan
produksi kacang tanah adalah cangkang telur. Pemanfaatan cangkang telur
sebagai sumber pupuk organik Ca adalah salah satu alternatif yang tepat dalam
mengatasi kekurangan Ca pada saat pengisian polong sehingga dapat membantu
usaha pertanian di bidang kacang-kacangan terutama bermanfaat dalam
perkembangan polong kacang tanah. Cangkang telur unggas merupakan limbah di
sekitar kita dan belum ada yang dimanfaatkan hanya terbuang begitu saja.
Percobaan ini dilaksanakan dari Agustus sampai Desember 2017, berlokasi
di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Luas lahan yang
digunakan untuk perlakuan cangkang telur adalah 125 m 2 dan tanpa cangkang
telur seluas 125 m 2 . Adapun dosis cangkang telur yang digunakan dalah 410
kg/ha, maka untuk luas lahan 125 m 2 , cangkang telur yang digunakan sebanyak
5,2 kg. Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan cangkang
telur terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Data hasil
pengamatan dianalisis dengan uji t 5% dan 1%.
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan budidaya tanaman kacang tanah,
teknologi cangkang telur memberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel
pengamatan tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas
per tanaman, dan berat 100 biji. Variabel pengamatan yang berbeda tidak nyata
antara cangkang telur dan tanpa cangkang telur yaitu jumlah cabang. Produksi
kacang tanah dengan perlakuan cangkang telur yaitu sekitar 1,8 ton/ha polong
kering dan perlakuan tanpa cangkang telur yaitu 1,2 ton/ha, produksi meningkat
sebesar 50 %.</note>
<subject authority=""><topic>Budidaya Tanaman Pangan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">15251321011</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6140" url="" path="/cover revisi 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6142" url="" path="/TANDA TANGAN 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">Halaman Pengesahan</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6144" url="" path="/KATA PENGANTAR 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">Kata Pengantar</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6145" url="" path="/BAB I 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6146" url="" path="/BAB II 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6147" url="" path="/BAB III 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">BAB III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6148" url="" path="/BAB IV 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6149" url="" path="/BAB V 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6150" url="" path="/DAFTAR PUSTAKA 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6151" url="" path="/LAMPIRAN 15251321011.pdf" mimetype="application/pdf">LAMPIRAN</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33499</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 09:56:18</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-26 14:07:07</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>