<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33508">
<titleInfo>
<title>PENGARUH BIO URIN SAPI, NPK, PUPUK HAYATI UNTUK
MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN TANAMAN
SELEDRI (Apium graveolens L.)
DI BPTP BALITBANGTAN SUMATERA BARAT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MAIRANI ILVINA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Seledri (Apium graveolens L.) merupakan suatu tanaman herba dari suku
Apiaceae. Herba seledri dapat digunakan sebagai bahan baku dan produk obat
herbal. Tanaman sebagai bahan baku obat herbal dapat mengandung banyak
senyawa kimia. Peningkatan hasil seledri memiliki arti penting guna menunjang
peningkatan gizi masyarakat dan berguna bagi usaha mempertahankan kesuburan
dan produktivitas tanah. Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan hasil
yaitu dengan memperbaiki teknik pemupukan dengan menggunakan bio urin sapi
dan pupuk hayati. Bio urin sapi merupakan sisa metabolisme dari sapi karena
mengandung unsur hara yang lengkap yang dibutuhkan oleh tanaman, juga dapat
berperan sebagai pestisida nabati yang dapat mengendalikan hama. Kandungan
unsur hara dalam urin sapi yang telah di fermentasikan yaitu N 2,7%, P 2,4%, K
3,8%. Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang
apabila diaplikasikan pada benih, tanaman atau tanah, meningkatkan pertumbuhan
tanaman. Pupuk hayati yang digunakan yaitu pupuk hayati cair pemacu tumbuh
tanaman (LBF) mengandung zat anti patogen yang diperkaya dengan bakteri
penambah pelarut unsur hara posfor (P) dan kalium (K). Tujuan dari laporan ini
adalah mengetahui pengaruh NPK, bio urin, pupuk hayati terhadap pertumbuhan
tanaman seledri (Apium graveolens L.), dan mengetahui tanaman seledri.
Penggunaan bio urin sapi, NPK, pupuk hayati yang optimal terhadap pertumbuhan
tanaman seledri.
Pelaksanaan percobaan Tugas Akhir telah dilaksanakan mulai tanggal 26
Februari sampai 16 April 2018 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumbar,
Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan mulai dari penyiapan
media tanam, pengadaan bibit seledri, penanaman, dan pemeliharaan. Parameter
yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun terpanjang, dan
lebar daun terlebar.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dengan penggunaan
bio urin dan pupuk hayati memberikan pengaruh yang berbeda terhadap
pertumbuhan tanaman seledri. Penggunaan NPK+bio urin sapi memberikan
pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk NPK, NPK+
pupuk hayati, dan kontrol. Pengamatan data perlakuan bio urin dengan tinggi
tanaman 27,5 cm, jumlah daun 11 helai, panjang daun 4,08 cm, dan lebar daun
4,9 cm</note>
<subject authority=""><topic>budidaya tanaman hortikultura</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6208" url="" path="/Judul, Lembar persyaratan,Motto, Halaman persembahan,daftar isi, daftar lampiran, daftar bagan (15253324~0.pdf" mimetype="application/pdf">COVER LENGKAP</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6210" url="" path="/Abstract (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Abstrak</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6211" url="" path="/halaman pengesahan (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Halaman Pengesahan</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6212" url="" path="/halaman penguji (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Halaman Penguji</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6214" url="" path="/Bab I (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Bab I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6216" url="" path="/bab II (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Bab II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6217" url="" path="/bab III (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Bab III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6219" url="" path="/bab IV (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Bab IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6220" url="" path="/bab V (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Bab V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6221" url="" path="/Daftar pustaka (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Pustaka</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6222" url="" path="/lampiran (15253324034).pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33508</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 10:14:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 10:14:16</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>