<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33546">
<titleInfo>
<title>PEMBERIAN Pseudomonas flourescens UNTUK
MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI
KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LUSI RAHMADANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kebutuhan kacang tanah di Indonesia cukup besar karena
permintaan kacang tanah dari sektor industri semakin meningkat.
Namun peningkatan permintaan ini belum bisa terpenuhi oleh
produksi kacang tanah. Kegunaan dan manfaat kacang tanah di
Indonesia
menjadikan
komoditas
kacang
tanah
perlu
dikembangkan produktivitasnya, akan tetapi dalam budidaya ada
beberapa kendala yang mengakibatkan rendahnya produksi
kacang tanah. Kacang tanah sangat membutuhkan unsur N, P, K,
dan Ca dalam jumlah yang cukup. Salah satu unsur makro yang
paling penting adalah unsur fosfat (P). Unsur fosfat sangat
bermanfaat bagi tumbuhan terutama untuk pembentukan bunga,
buah dan biji. Masalah utama pada unsur hara P adalah
kelarutannya yang rendah sehingga kurang tersedia untuk
diserap tanaman.
Oleh sebab itu diperlukan mikroba yang
mampu melarutkan P, salah satunya adalah Pseudomonas
flourescens.
Kegiatan budidaya tanaman kacang tanah dengan teknologi
pemberian P. flourescens dilaksanakan di lahan praktek
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Tanjung Pati,
Kecamatan Harau. Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan September 2017 sampai
bulan Desember 2017.
Budidaya tanaman kacang tanah
dilakukan pada luas lahan 250 m 2 , diantaranya 125 m 2 lahan
diberi P. flourescens dan 125 m 2 digunakan sebagai lahan tanpa
P. flourescens. Dosis P. flourescens yang digunakan yaitu 480
liter/ha dengan konsentrasi 20%.iii
Berdasarkan hasil pengamatan dan uji t student, pemberian
P. flourescens pada tanaman kacang tanah menunjukkan
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada tinggi tanaman,
sedangkan pada jumlah cabang menunjukkan pengaruh yang
berbeda
tidak
nyata.
Pada
pertumbuhan
generatif
memperlihatkan berbeda sangat nyata pada pengamatan jumlah
polong/tanaman, jumlah bernas/polong tanaman, berat biji
kering/tanaman, dan berat 100 biji sedangkan berbeda tidak
nyata pada jumlah biji setiap polong. Pada lahan yang diberi
teknologi diperoleh produksi sebanyak 41 kg/125 m 2 (1,4 ton/ha),
meningkat 26 % dibandingkan produksi tanpa teknologi yaitu
35,5 kg/125 m 2 (1,1 ton/ha).</note>
<subject authority=""><topic>Budidaya Tanaman Pangan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">15251321007</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6593" url="" path="/cover-kta pengantar 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6595" url="" path="/dftar isi- dftar lmpiran 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Isi</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6597" url="" path="/bab 1 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6599" url="" path="/bab 2 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6601" url="" path="/bab 3 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">BAB III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6603" url="" path="/bab 4 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6604" url="" path="/bab 4 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6605" url="" path="/bab 5 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6607" url="" path="/lampiran 15251321007.pdf" mimetype="application/pdf">LAMPIRAN</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33546</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 11:55:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 11:55:14</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>