<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33562">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG UNTUK
MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN TANAMAN SELEDRI
(Apium graveolens L.) DI BPTP SUMATERA BARAT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FITRI WINDA SARI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Tanaman seledri (Apium graveolens L.) adalah salah satu sayuran daun
yang memiliki banyak manfaat, antara lain dapat digunakan sebagai pelengkap
masakan dan dapat digunakan sebagai tanaman obat-obatan. Upaya yang dapat
dilakukan dalam meningkatkan kandungan nutrisi dalam tanah guna
meningkatkan produksi tanaman seledri adalah dengan pemberian pupuk kandang.
Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kandang ternak, baik berupa
kotoran padat yang bercampur sisa makanan maupun air kencing, seperti sapi,
kambing ayam dan jangkrik. Pupuk kandang tidak hanya mengandung unsur
makro seperti nitrogen (N), fosfat (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan magnesium
(Mg) dan namun pupuk kandang juga mengandung unsur mikro seperti Boron
(B), Besi (Fe) dan mangan (Mn) yang dibutuhkan tanaman serta berperan dalam
memelihara keseimbangan hara dalam tanah, karena pupuk kandang berpengaruh
untuk jangka waktu yang lama dan merupakan gudang makanan bagi tanaman.
Kandungan nutrisi pada berbagai jenis pupuk kandang dapat memberikan
pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, maka dilakukan percobaan yang
bertujuan untuk: Mengetahui jenis pupuk kandang terbaik untuk mengoptimalkan
pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.).
Percobaan penggunaan berbagai jenis pupuk kandang telah dilaksanakan
mulai tanggal 26 Februari sampai 30 April 2018, di Balai Pengkajian Teknologi
Pertanian Sumbar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dengan ketinggian tempat
700 meter diatas permukaan laut. Teknis budidaya yang dilakukan dimulai dari
penyiapan media tanam, pengadaan bibit, penanaman, pemeliharaan seperti:
penyiraman, penyiangan, pemupukan dan pngendalian hama tanaman.
Hasil yang didapat dari percobaan ini adalah pemberian pupuk kandang
sapi lebih optimal pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang
daun dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dari percobaan ini dapat diambil
kesimpulan bahwa pupuk kandang sapi optimal untuk pertumbuhan seledri.
Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, disarankan untuk menggunakan
pupuk kandang sapi.</note>
<subject authority=""><topic>budidaya tanaman hortikultura</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="6745" url="" path="/COVER (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6746" url="" path="/ABSTRAK (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">Abstrak</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6747" url="" path="/PERSEMBAHAN (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">Lembar persembahan</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6748" url="" path="/BAB I (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6749" url="" path="/BAB II (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6750" url="" path="/BAB III (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">BAB III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6751" url="" path="/BAB IV (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6752" url="" path="/BAB V (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6753" url="" path="/DAFTAR PUSTAKA (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Pustaka</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6755" url="" path="/LAMPIRAN (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="6757" url="" path="/RIWAYAT HIDUP (15253324035).pdf" mimetype="application/pdf">Riwayat Hidup Penulis</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33562</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 14:13:04</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-10 14:13:04</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>