<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33747">
<titleInfo>
<title>PENAMBAHAN SILASE KULIT NENAS SEBAGAI PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KAMBING KACANG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LURI NOFELISTA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kambing Kacang merupakan kambing lokal yang mudah dalam pemeliharaannya. Kambing Kacang ini memiliki tubuh relatif kecil, telinga tegak lurus dan menghadap kedepan, warna dari Kambing Kacang ini sangat bervariasi, ada putih, hitam, coklat, terkadang ada campuran ketiga warna tersebut.
tKulit nenas merupakan salah satu  produk limbah hasil pengolahan buah nenas, yang mengandung kadar air relatif tinggi (70%). Limbah nenas mengandung serat  yang relatif  tinggi (57,3%), sedangkan protein kasar termasuk rendah yaitu hanya 3,5%. Oleh karena itu, potensi penggunaannya bukan sebagai komponen penyusun konsentrat, namun sebagai pakan dasar penyusun ransum. Sebagai pakan dasar, limbah nenas diharapkan dapat meminimalisir  ketergantungan akan pengadaan hijauan pakan bagi kebutuhan ternak.(Krisnan dan Ginting,2009).
Pembuatan silase limbah nenas ini dapat digunakan bahan aditif berupa molasses atau gula aren sebanyak 5%, dan disimpan selama 12 hari. Perlakuan ini dapat menurunkan pH silase yang baik untuk pakan ternak . Jumlah penggunaan silase kulit nenas dalam ransum adalah  25% dari total bahan kering pakan dengan pertambahan bobot badan kambing adalah 89 g/hari, dengan pemberian pakan sebesar 4,5% dari BB (Ginting,dkk., 2007).
	PUM ini dilaksanakan pada tanggal 13 September sampai 15 Desember 2013. Kandang pemeliharaan bertempat dikandang praktikum Politeknik Pertanian Universitas Andalas Payakumbuh. Hasil yang didapatkan setelah melaksanakan PUM ini adalah  PBB kambing perlakuan selama 3 bulan 2 kg atau rata-rata  22,22 g/ hari, sedangkan kambing kontrol dengan PBB 1,5 kg selama 3 bulan atau rata-rata 16,66 g/hari. Penambahan silase kulit nenas ini memiliki perbedaan dalam PBB kambing perlakuan dan kambing kontrol, selisih PBB yang didapatkan yaitu : 5,56 g/hari untuk kambing kacang.

Kata Kunci : Kambing Kacang, Silase Kulit Nenas, PBB</note>
<subject authority=""><topic>Peternakan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8433" url="" path="/cover laporan.docx" mimetype="application/msword">Cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="8436" url="" path="/LAPORAN PUM.docx" mimetype="application/msword">ISI</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33747</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-25 15:22:48</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-25 15:22:48</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>