<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33834">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN KOMPOS KULIT KAKAO  UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DIAN NOVELINA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2014</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar nomor tiga di dunia menyumbangkan sekitar 14,4% produksi biji kakao dunia. Kakao Indonesia sebanyak 36% dihasilkan oleh perkebunan rakyat dan selebihnya dari perusahaan perkebunan besar negara dan swasta. Hal ini disebabkan karena teknologi budidaya yang masih tertinggal dan konvensional sehingga produksi petani kakao rakyat mengalami penurunan.    
	Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas bibit yang dihasilkan yaitu dengan penggunaan teknologi yang tepat dalam pencampuran media tanam untuk meningkatkan pertumbuhan yang lebih baik, sehingga bisa dihasilkan bibit yang berkualitas.  Teknologi yang digunakan untuk menghasilkan bibit kakao yaitu dengan memanfaat bahan dari  kulit kakao, kulit kakao tersebut bisa dimanfaatkan menjadi kompos karena, hasil dari kompos kulit kakao mempunyai kandungan pH 5,4, N total 1,30%, C organik 33,71%, P2O5 0,186%,  K2O 5,5%, CaO 0,23%, dan MgO 0,59% (Didiek dan Yufnal 2004).  Dengan penambahan bahan organik dalam media tumbuh pembibitan kakao bisa meningkatkan pertumbuhan bibit kakao. Media tanam merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman kakao di pembibitan karena banyak mengandung bahan organik. Dengan proses pembibitan yang bagus, diharapkan prospek penjualan dan produksi dari bibit kakao meningkat.
	Tempat yang digunakan pada proyek usaha mandiri ini adalah lahan kebun percobaan Politeknik Pertanian Universitas Andalas. Waktu dari pelaksanaan proyek usaha pertanian ini dimulai pada Agustus 2013 dan berakhir sampai  Januari 2014.  Luas  lahan yang digunakan dalam proyek usaha pertanian ini adalah 15,75  m2.
	Berdasarkan pelaksanaan PUM tersebut pertumbuhan bibit kakao meningkat dari minggu ke minggu, baik pertambahan tinggi bibit, jumlah daun dan diameter batang bibit kakao.  Dengan menggunakan kompos kulit kakao sebagai campuran medianya, pada pengamatan terakhir rata- rata tinggi bibit 30,46 cm, jumlah daun 12 lembar, diameter batang 0,54 cm, sedangkan kontrol tinggi bibit hanya mencapai 26,08 cm, jumlah daun 10 lembar dan diameter batang 0,52.  Dari total penjualan bibit kakao sebanyak 356 bibit didapatkan keuntungan sebesar Rp 69.097, BEP Produksi 336 bibit dan BEP Harga Rp 2.870 sedangkan R/C Ratio 1,06,  sehingga proyek ini layak untuk  diusahakan.</note>
<subject authority=""><topic>Manajemen Produksi</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="8808" url="" path="/cover print.docx" mimetype="application/msword">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="8809" url="" path="/lapran iasian.docx" mimetype="application/msword">ISI</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33834</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-29 09:12:10</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-29 09:12:10</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>