<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="33925">
<titleInfo>
<title>MESIN PERAJANG SINGKONG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rolland Desuari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Singkong merupakan salah satu tanaman endemik Indonesia, yang
mempunyai hasil yang sangat melimpah. Ada beberapa perlakuan pasca panen
salah satunya adalah dibuat kripik singkong. Didaerah Kabupaten 50 Kota
sekarang ini banyak dijumpai penjual keripik singkong, untuk mendapatkan
potongan keripik singkong yang tipis-tipis tersebut, belum digunakan suatu alat
mekanis atau alat yang efektif dan efisien pada proses perajangannya. Alat yang
digunakan masih menggunakan penggerak manual yaitu penggerak dengan
tenaga manusia, sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak bisa maksimal.
Dari masalah tersebut maka sangat dibutuhkan “Mesin Perajang Singkong”.
Dari pengujian mesin perajang singkong yang telah dilakukan, maka
diperoleh rata-rata kapasitas alat adalah 79,83 kg/jam, dengan kapasitas
pengumpanan adalah 84,03 kg/jam, dengan efesiensi perajang adalah 95%,
dengan rata-rata ketebalan irisan adalah 1,33 mm, dan persentase kerusakan hasil
rajangan adalah 0,21%. Untuk hasil perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan rumus analisa ekonomi teknik untuk total biaya tetap diperoleh
Rp.1.333.004,4/tahun, total biaya tidak tetap Rp. 19.856,08 /jam. Biaya pokok
perajangan untuk 1 kg hanya Rp. 255,68 dan break event point (BEP) akan
tercapai pada saat mesin bekerja 5.305,05 kg/tahun. Kemudian untuk harga jual
mesin perajang singkong ini adalah Rp. 5.289.700- dengan laba 30 %.</note>
<subject authority=""><topic>EKNOLOGI MEKANISASI PERTANIAN</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="9500" url="" path="/Cover Ok.pdf" mimetype="application/pdf">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="9501" url="" path="/Daftar Isi Ok.pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Isi</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="9502" url="" path="/Proposal Ok.pdf" mimetype="application/pdf">laporan pum</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>33925</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-31 10:49:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-31 10:49:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>