<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34048">
<titleInfo>
<title>STRATEGI PENGEMASAN DAN PELABELAN COKELAT DI CHOKATO KECAMATAN PAYAKUMBUH SELATAN KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RATIH RUSFAH SARI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan dari biji kakao (Theobroma cacao).  Cokelat pertama kali di konsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman.  Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya.  Bentuk, corak, dan varian rasa yang beraneka ragam membuah cokelat sering digunakan sebagai icapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta.  Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang terpopuler di dunia.
Pemilihan strategi pengemasan dan pelabelan yang tepat dapat menunjang keberhasilan kegiatan pemasaran produk. Kegiatan pengemasan dan pelabelan produk, perusahaan dapat mengkomunikasikan produknya kepada pelanggan dan berusaha mengajak calon pembeli untuk melakukan pembelian. Adanya aktivitas pengemasan dan pelabelan akan menciptakan pembelian sehingga membentuk loyalitas konsumen kepada produk dan perusahaan.
Pengemasan dan pelabelan yang digunakan untuk membungkus produk yang dibeli pelanggan bukan hanya berfungsi sebagai pengaman saja, melainkan kemasan harus memilki nilai estentic, nilai informasi, dan nilai promosi.  Penjual sebelum menggunakan pengemas barang harus memahami dahulu apa tujuan sebenarnya dari kemasan yang digunakan tersebut. Kemasan (Packaging) merupakan striker dalam memperoleh pangsa pasar. Sebuah produk baru yang berkualitas tinggi tetapi kemasan kurang menarik, tidak akan dicoba oleh konsumen sehingga konsumen tidak pernah tau bahwa produk tersebut bermutu tinggi.</note>
<subject authority=""><topic>Agribisnis</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10360" url="" path="/COVER (kulit luar).pdf" mimetype="application/pdf">isi</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>34048</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-07 14:18:32</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-07 14:18:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>