<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34240">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN Trichoderma harzianum DAN MULSA JERAMI PADI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI KACANG TANAH  
(Arachis hypogeae L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Indra</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued></dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"></form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) merupakan tanaman pangan yang tergolong famili Leguminoseae.  Tanaman ini berasal dari benua Afrika tepatnya Negara Brazilia, masuk ke Indonesia pada abad 17, dibawa oleh pedagang Cina dan Protugis, (Rukmana, 1998).  Menurut Adisarwanto (2004), kacang tanah merupakan sumber lemak dan protein yang sangat penting dalam menu makanan masyarakat di Indonesia. Gizi yang terkandung dalam biji kacang tanah adalah lemak (49-50 %), protein (27 %), karbohidrat, serta vitamin (A, B, C, D, E, dan K).  Selain itu, tanaman ini juga mengandung bahan-bahan mineral, antara lain Ca, Cl, Fe, Mg, P, K dan S.
Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kacang tanah adalah dengan memberikan teknologi yang dapat meningkatkan produksi kacang tanah.  Teknologi yang diberikan adalah dengan memanfaatkan “Trichoderma harzianum” dan mulsa jerami padi.  Penerapan teknologi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan bagi tanaman dan menekan pertumbuhan gulma. Dengan adanya mulsa jerami, pemberian Trichoderma harzianum membantu merombak  bahan organik yang terdapat dalam tanah, memperbaiki struktur tanah dan pangkal batang, sedangkan mulsa jerami membantu tanaman tumbuh baik tanpa adanya persaingan pertumbuhan dengan gulma.
Dosis pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman adalah Urea 50 kg/ha, SP 36 75 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha.  Pemberian pupuk pada tanaman kacang tanah diberikan semua dosis pada awal penanaman tanpa ada pemberian pupuk susulan. Proyek Usaha Mandiri yang telah dilaksanakan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Universitas Andalas Tanjung pati, selama 110 hari yaitu pada bulan Oktober 2011 sampai bulan Januari 2012 memberikan hasil produksi kacang tanah 72 Kg polong basah, dengan R/C Ratio 1,34.</note>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="10790" url="" path="/indra pum.pdf" mimetype="application/pdf">isi</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>34240</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-12 14:41:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-12 14:41:44</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>