<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34444">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN POC CAMPURAN SABUT KELAPA DAN PUPUK KANDANG AYAM UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LENI NOFELIA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Terung (Solanum melongena L.) cukup popular di Indonesia. Hampir semua
penduduk dari berbagai daerah di Indonesia mengkonsumsi buah ini. Menurut data
BPS di Kabupaten Lima Puluh Kota permintaan terhadap terung pada tahun 2017
mencapai 11,30 ton. Permintaan terhadap tanaman terung cenderung naik setiap
tahunnya. Permintaan berdasarkan survey pasar prospek terung sangat menjanjikan
untuk dikembangkan di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Permintaan terung
meningkat dari tahun ketahun, namun produksi terung di Indonesia masih rendah
Untuk memenuhi permintaan tersebut maka lahan yang digunakan kesuburan nya
akan semakin berkurang seiring dengan pemenuhan permintaan karena pemakaian
pupuk kimia. Karena kesuburan tanah yang semakin menurun, maka produksi
tanaman terung juga akan semakin menurun, sehingga permintaan pasar tidak dapat
dipenuhi. Usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah, struktur
tanah dan keseimbangan hara dalam tanah yang rendah dapat diatasi dengan
memberikan pupuk organik. Yaitu dengan penggunaan teknologi POC Campuran
Sabut Kelapa dan Pupuk Kandang Ayam pada budidaya tanaman terung. Unsur hara
yang terkandung dalam POC sabut kelapa yaitu kalium (K), kalsium (Ca),
magnesium (Mg), natrium (Na), dan fosfor (P). Tujuan dari Proyek Usaha Mandiri ini
adalah untuk Mengoptimalkan Produksi tanaman terung dengan menggunakan POC
sabut kelapa, menganalisa kelayakan usaha budidaya terung dengan potensi pasar
yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Proyek Usaha Mandiri telah dilakukan selama 4 bulan, yaitu dari bulan Agustus
sampai dengan Desember 2018. Tempat pelaksanaan proyek usaha mandiri di lahan
percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Tanjung Pati, Kecamatan
Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan luasan lahan 305,44 m 2 . Proyek Usaha
Mandiri ini diperoleh hasil sebanyak 48,5 kg yang dipanen sebanyak 7 kali dengan
pendapatan sebesar Rp. 194. 000,00, dan total biaya produksi Rp. 705.906,00,
sehingga didapatkan hasil minus / rugi.
Data diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan POC campuran sabut kelapa
dan pupuk kandang ayam belum mampu mengoptimalkan produksi tanaman terung,
dan didapat kan R.C ratio nya 0.27 (&#60; 1), berarti tidak layak untuk diusahakan.
Budidaya tanaman terung disarankan ditanam pada saat musim yang cocok bagi
tanaman terung.
Kata kunci : POC, sabut kelapa, terung</note>
<subject authority=""><topic>budidaya tanaman hortikultura</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">16253242038</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="11100" url="" path="/cover leni OK.pdf" mimetype="application/pdf">Cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11101" url="" path="/abstak.pdf" mimetype="application/pdf">ABSTRAK</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11102" url="" path="/DAFTAR ISI 1.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11103" url="" path="/isi laporan oke.pdf" mimetype="application/pdf">isi</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11104" url="" path="/lampiran.pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11105" url="" path="/Lampiran 2.pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11106" url="" path="/Lampiran 3.pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11107" url="" path="/Lampiran 4.pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>34444</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-14 14:52:46</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-14 14:52:46</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>