<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34643">
<titleInfo>
<title>GRADING DOC LAYER COBB DI PT. SABAS BREEDING FARM UNIT HATCHERY PATUMBAK MEDAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HAZLIN ADHA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan PKPM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>GRADING DOC LAYER COBB DI PT. SABAS BREEDING FARM UNIT HATCHERY PATUMBAK MEDAN

Oleh : Hazlin Adha
( Di bawah bimbingan : Ir. Irzal Irda, MP )
Ringkasan 
suatu penetasan hanya telur tetas yang memenuhi persyaratan yang digunakanagar tidak mengganggu jalannya penetasan yang mengakibatkan kegagalan penetasan.  Kualitas fisik telur yaitu telur harus normal, berat atau besar telur dan warna kulit seragam sesuai strain, telur ya
ng terlalu tipis atau porous akan mengakibatkan penguapan isi telur yang terlalu tinggi sehingga akan menurunkan daya tetas, telur tetas yang baik harus halus, tidak kotor dan tidak retak (Suprijatna, 2005).  Keberhasilan penetasan secara buatan tergantung pada banyak faktor, antara lain telur tetas, mesin tetas, menagemen penetasan dan penyimpanan telur tetas.  Agar DOC yang dihasilkan berkualitas  maka sebelum DOC dipasarkan maka DOC di grading terlebih dahulu.  Grading adalah proses pemisahan atau memilih DOC yang bagus (K1) dan DOC yang kurang bagus (K2) tujuan untuk mendapatkan mendapatkan DOC yang berkualitas baik. Tujuan PKPM adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang grading DOC layer yang baik di PT. Sabas Breeding Farm unit Hatchery Patumbak.  Metode pelaksanaan PKPM ini adalah praktek langsung di  lapangan, wawancara serta studi pustaka. 
Alat dan bahan yang digunakan untuk proses grading DOC yaitu, 3 meja grading, box DOC, trolley, egg tray 36, keranjang hatcher, DOC layer.  Kegiatan yang dilakukan selama magang di PT. Sabas Breding Farm unit Hatchery Patumbak adalah melakukan penerimaan dan pembongkaran HE, fumigasi HE, penyimpanan HE di holding room, proses sett dan candling HE, proses preheat dan prewarming di mesin setter, proses transfer dan candling HE dari mesin setter ke mesin hatcher dan kegiatan pull chick.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan grading DOC adalah DOC yang tidak layak untuk dijual dengan kriteria deathin shell (DIS) dan culling.  Total persentase DOC yang tidak layak untuk dijual dalam satu kali grading adalah DIS 5,85% dan culling 0,51% dengan jumlah HE yang ditetaskan.


Kata Kunci : DOC, Gradding, HE</note>
<subject authority=""><topic>BUDI DAYA TERNAK</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="11412" url="" path="/COVER HAZLIN.doc" mimetype="application/msword">COVER</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11413" url="" path="/KATA PENGANTAR PKPM.docx" mimetype="application/msword">KATA PENGANTAR DAN DAFTAR ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="11414" url="" path="/proposal magang hazlin.docx" mimetype="application/msword">laporan PKPM</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>34643</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-02-18 09:59:48</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-18 09:59:48</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>