<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34885">
<titleInfo>
<title>TINGKAT KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF
SAMBUNG PUCUK DENGAN BERBAGAI MACAM ENTRES
TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana L)
DI BALITBU SOLOK</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GUSTIA NURMA YANTI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu tanaman buah
asli Indonesia yang mempunyai potensi ekspor sangat besar. Manggis merupakan
sumber mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk tubuh manusia dan
bermanfaat bagi kesehatan. Perbanyakan tanaman manggis pada umumnya adalah
perbanyakan yang berasal dari biji. Tanaman hasil perbanyakan yang berasal dari
biji tidak menyimpang dari induknya karena biji manggis berkembang tanpa
melalui penyerbukan atau bersifat apomiksis sehingga identik dengan induknya.
Masalah perbanyakan manggis dari biji adalah waktu reproduksinya lama,
sehingga untuk meminimalisir hal tersebut dapat dilakukan perbanyakan secara
vegetatif. Salah satu perbanyakan secara vegetatif yang dapat dilakukan adalah
dengan sambung pucuk. Pada prinsipnya, perbanyakan vegetatif melalui sambung
pucuk adalah menyatukan kambium batang bawah dengan kambium batang atas.
Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan
sambung pucuk dengan berbagai entres tanaman manggis untuk batang bawah
aksesi manggis Lokal Aripan dan mengetahui pertumbuhan vegetatif sambung
pucuk dengan berbagai entres tanaman manggis untuk batang bawah aksesi
manggis Lokal Aripan.
Kegiatan pelaksanaan Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa dilaksanakan
pada tanggal 18 Februari 2019 sampai dengan 10 Mei 2019. Kebun Percobaan
Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kabupaten Solok, Sumatera
Barat dengan ketinggian tempat 435 m dari permukaan laut. Entres yang
digunakan terdiri dari 4 jenis tanaman manggis yaitu Lokal Lahat, Ratu Kamang,
Lokal Aripan, Ratu Tembilahan, sedangkan batang bawah berasal dari Lokal
Aripan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 20 sampel sehingga total sampel
sebanyak 80 batang. Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan vegetatif
dengan sambung pucuk meliputi persiapan batang bawah, pengambilan entres,
penyambungan, penyiraman, penyiangan gulma, pengendalian hama dan penyakit
dan pengamatan.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan tertinggi
terdapat pada Lokal Lahat 90 %, tanaman tertinggi pada Ratu Kamang 10,57 cm
dan jumlah daun terbanyak terdapat pada Ratu Tembilahan 2,67 helai. Maka
entres terbaik untuk perlakuan sambung pucuk dengan batang bawah dari Lokal
Aripan adalah Lokal Lahat dengan persentase tumbuh 90%.</note>
<subject authority=""><topic>Hortikultura</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="12149" url="" path="/cover lta tia-dikonversi.pdf" mimetype="application/pdf">Cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12150" url="" path="/DAFTAR ISI lta-dikonversi.pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Isi</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12151" url="" path="/BAB 1-dikonversi.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12152" url="" path="/BAB 2-dikonversi.pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12153" url="" path="/BAB 3-dikonversi.pdf" mimetype="application/pdf">BAB III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12154" url="" path="/BAB 4-dikonversi.pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12155" url="" path="/BAB 5.pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15605" url="" path="/foto_scan_ttd_1[1].jpg" mimetype="image/jpeg">tanda tangan direktur</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15606" url="" path="/foto_scan_ttd_2[1].jpg" mimetype="image/jpeg">tanda tangan penguji</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>34885</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-01 10:54:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-01 10:54:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>