<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="34900">
<titleInfo>
<title>PENGARUH PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA SEMAI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RISKI ILAHI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tumbuhan dari keluarga
Solanaceae, tumbuhan asli amerika tengah dan selatan dari meksiko sampai peru.
Tomat merupakan tumbuhan dengan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi
1 sampai 3 meter. Perbayakan tanaman tomat sering dilakukan menggunakan biji,
namun perbanyakan menggunakan biji sering terjadi rebah kecambah (Damping
Off) yang disebabkan oleh pathogen. Perbanyakan menggunakan biji
memerlukan media semai yang baik dan bebas dari pathogen agar dapat
menunjang pertumbuhan bibit dipersemaian. Media yang bisa digunakan sebagai
media persemian salah satunya adalah tanah dan kompos ampas tahu. Tanah
merupakan suatu benda alami heterogen yang terdiri dari komponen padat, cair
dan gas yang mempunyai sifat dinamis sebagai media yang membantu
pertumbuhan akar dan suhu tanah. Kompos ampas tahu merupakan kompos yang
dihasilkan dari memanfaatkan limbah ampas tahu. Kompos ampas tahu banyak
mengandung unsur hara organik yang dibutuhkan oleh tanaman, seperti Nitrogen
(N), Phospor (P), Kalium (K), Besi (Fe), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan
Karbon (C) organik. Tujuan dari percobaan ini yaitu mengetahui pengaruh
beberapa komposisi media semai untuk pertumbuhan bibit tanaman tomat dan
mendapatkan media semai yang terbaik untuk pertumbuhan bibit tanaman tomat.
Pelaksanaan percobaan ini telah dilakukan bersamaan dengan kegiatan
Pengalaman Kerja Praktek Mahasiswa (PKPM). Kegiatan ini dimulai dari tanggal
22 April sampai 22 mei 2019 di PT. Shimota Farm Toride Shi Ibaraki Jepang,
mulai dari penyiapan media, penyiapan benih, persemaian dan pemeliharaan.
Perlakuan komposisi media semai pada percobaan ini yaitu (A) tanah : kompos
ampas tahu (1:1), (B) tanah : kompos ampas tahu (1:2), (C) tanah : kompos ampas
tahu (1:3), (D) kompos ampas tahu tanpa tanah dan (E) tanah tanpa kompos
ampas tahu dengan parameter pengamatan yaitu umur muncul kecambah,
persentase tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan jumlah akar.
Berdasarkan hasil pengamatan, umur muncul kecambah, persentase tumbuh,
tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan jumlah akar, media semai kompos
ampas tahu tanpa tanah (D) merupakan media semai yang terbaik untuk
pertumbuhan bibit tanaman tomat.
Kata kunci: Bibit Tomat, Media Semai, Kompos Ampas Tahu</note>
<subject authority=""><topic>Hortikultura</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="12269" url="" path="/cover riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">Cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12270" url="" path="/daftar isi riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">Daftar Isi</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12271" url="" path="/kata pengantar riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">Kata Pengantar</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12272" url="" path="/lembar persyaratan riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">LEMBAR PENGESAHAN</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12273" url="" path="/pendahuluan riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12274" url="" path="/tinjauan pustaka riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12275" url="" path="/metode pelaksanaan riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">BAB III</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12276" url="" path="/hasil dan pembahasan riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">BAB IV</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12277" url="" path="/kesimpulan dan saran riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12278" url="" path="/daftar pustaka riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="12279" url="" path="/Lampiran riski ilahi .pdf" mimetype="application/pdf">Lampiran</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15946" url="" path="/Doc2riski.pdf" mimetype="application/pdf">lembar pengesahan</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15945" url="" path="/Doc1riski.pdf" mimetype="application/pdf">lembar pengesahan</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15947" url="" path="/Doc3riski.pdf" mimetype="application/pdf">lembar pengesahan</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>34900</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-01 13:51:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-10 14:16:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>