<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35204">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI BAWANG PUTIH UNTUK MENEKAN SERANGAN KUTU DAUN DAN MENINGKATKAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAMDAWITA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman pangan kedua terpenting setelah kedelai. Kacang tanah memiliki nilai ekonomi tinggi serta mempunyai peranan besar dalam mencukupi kebutuhan bahan pangan jenis kacang-kacangan. Manfaat kacang tanah pada bidang industri antara lain sebagai pembuatan margarin, sabun, minyak goreng dan lain sebagainya. Produktivitas kacang tanah di Indonesia dinilai masih sangat rendah. Salah satu penyebab produktivitas kacang tanah yang masih rendah karena proses pengisian polong kacang tanah belum maksimal. Selain itu, rendahnya produksi kacang tanah juga dapat disebabkan oleh hama tanaman.
Salah satu hama yang terdapat pada tanaman kacang tanah adalah kutu daun. Kutu daun akan menimbulkan noda hitam akibat dari ekskresi kutu daun, sehingga noda hitam tersebut akan mengakibatkan terganggunya proses fotorespirasi tanaman dan menyebabkan daun berguguran sehingga kualitas fotosintat yang dihasilkan menurun.  Kerugian ekonomis dapat terjadi bila kutu daun merupakan vektor dari pembawa virus. Penggunaan pestisida sintetis dinilai peraktis untuk mengendalikan serangan hama tanaman, akan tetapi mempunyai dampak negatif terhadap komponen ekosistem lainnya. Cukup tingginya bahaya dalam penggunaan pestisida sintetis, mendorong petani untuk menekuni pemberdayaan pestisida alami yang mudah terurai. Salah satu bahan alami yang murah, mudah digunakan dan terdapat di rumah adalah bawang putih. 
Ekstrak bawang putih mempunyai keefektifan yang setara dengan insektisida kimia dalam menekan populasi dan intensitas serangan kutu daun. Kegiatan budidaya ini bertujuan untuk mengetahui, meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah, pengaruh penggunaan pestisida nabati bawang putih untuk menekan serangan kutu daun serta menganalisis kelayakan usaha tani budidaya kacang tanah. Budidaya kacang tanah ini dilaksanakan pada lahan dengan luasan 250 m2 yang dibagi menjadi dua dengan masing-masing perlakuan yaitu dengan dan tanpa aplikasi pestisida nabati bawang putih. Data hasil pengamatan pada masing-masing perlakuan dianalisis menggunakan Uji t ( t student ) pada taraf 5% dan 1%.
Aplikasi pestisida nabati bawang putih juga memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah biji per polong, jumlah polong per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, berat polong per tanaman, dan berat 100 biji. Pestisida nabati bawang putih memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap populasi kutu daun antara kedua perlakuan. RC ratio untuk aplikasi pestisida nabati 0,92 dan tanpa tanpa aplikasi pestisida nabati 0,98. Profitabilitas untuk aplikasi pestisida nabati sebesar -7,93 % dan tanpa aplikasi pestisida nabati -2,34 %.</note>
<subject authority=""><topic>BUDI DAYA TANAMAN PANGAN</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="14810" url="" path="/KATA PENGANTAR ta 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">KATA PENGANTAR</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14811" url="" path="/cover ta 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">COVER</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14812" url="" path="/BAB I 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14813" url="" path="/BAB II 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14814" url="" path="/BAB III 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14815" url="" path="/BAB IV 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14818" url="" path="/BAB V 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">ISI DAN PUSTAKA</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14819" url="" path="/Lampiran 16253211020.pdf" mimetype="application/pdf">LAMPIRAN</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="16074" url="" path="/RAMDAWITA (020).jpg" mimetype="image/jpeg">tanda tangan</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>35204</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-06 12:05:34</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-04 10:07:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>