<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35256">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG)UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L).</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Surya mulyadi Bp 15252321034</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN
	Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai, sehingga berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki peluang pasar dalam negeri yang cukup besar.  Produksi kacang tanah selama kurun waktu 5 tahun cenderung menurun rata– rata 1, 52 % per tahun dari 836, 295 ton pada tahun 2005 menjadi 785, 151 ton pada tahun 2009, sedangkan laju peningkatan produktivitas baru mencapai 1,88% per tahun dan luas panen menurun 3, 30% per tahun.  Untuk meningkatkan hasil produksi kacang tanah bisa dilakukan dengan cara memperluas lahan pertanian (Exstensifikasi) dan tanpa memperluas lahan pertanian, yaitu dengan penggunaan benih unggul, pemakain pupuk, irigasi, dan pestisida.  Namun dengan cara ini tanaman kacang tanah telah mencapai hasil yang maksimum, sehingga dengan teknologi yang ada produksi tidak dapat ditingkatkan lagi.  Salah satu peluang untuk menaikkan produksi adalah dengan menggunakan Monosodium Glutamat (MSG).  
Senyawa MSG mempunyai peran yang sama dengan hormon perangsang tumbuh seperti hormon giberelin.  Hormon giberelin dapat memacu pembungaan secara langsung karena berpengaruh terhadap perkembangan sel tumbuhan.  Penggunaan hormon ini berfungsi untuk memacu keanekaragaman fungsi sel sehingga sel yang awalnya diarahkan untuk pertumbuhan tunas daun dialihkan untuk pertumbuhan tunas bunga.  
Budidaya kacang tanah telah dilaksanakan di lahan praktek kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September sampai bulan Desember 2017.  Dalam kegiatan ini tanaman yang dibudidayakan adalah tanaman kacang tanah varietas Kelinci yang bersertifikat dengan perlakuan MSG 300 kg/ha dan 3,75 kg untuk luasan lahan 125 m2, dan dibandingkan dengan tanpa MSG dengan luasan lahan 125 m2. 
Berdasarkan hasil pengamatan dan uji t Tabel, pemberian MSG pada tanaman kacang tanah menunjukkan pengaruh yang berbeda tidak nyata pada tinggi tanaman dan jumlah cabang.  Sedangkan pada pengamatan generatif menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata pada pengamatan jumlah polong/tanaman, jumlah polong bernas/tanaman,berat biji kering/tanaman, dan berat 100 biji, dan berbeda tidak nyata pada jumlah biji/polong.  Pada lahan yang diberi teknologi MSG diperoleh produksi tanaman sebanyak 17 kg/125 m2  (0,6 ton/ha), meningkat 20% dibandingkan dengan produksi tanaman tanpa teknologi MSG yaitu 13 kg/125 m2 (0,4 ton/ha).
RINGKASAN
	Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai, sehingga berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki peluang pasar dalam negeri yang cukup besar.  Produksi kacang tanah selama kurun waktu 5 tahun cenderung menurun rata– rata 1, 52 % per tahun dari 836, 295 ton pada tahun 2005 menjadi 785, 151 ton pada tahun 2009, sedangkan laju peningkatan produktivitas baru mencapai 1,88% per tahun dan luas panen menurun 3, 30% per tahun.  Untuk meningkatkan hasil produksi kacang tanah bisa dilakukan dengan cara memperluas lahan pertanian (Exstensifikasi) dan tanpa memperluas lahan pertanian, yaitu dengan penggunaan benih unggul, pemakain pupuk, irigasi, dan pestisida.  Namun dengan cara ini tanaman kacang tanah telah mencapai hasil yang maksimum, sehingga dengan teknologi yang ada produksi tidak dapat ditingkatkan lagi.  Salah satu peluang untuk menaikkan produksi adalah dengan menggunakan Monosodium Glutamat (MSG).  
Senyawa MSG mempunyai peran yang sama dengan hormon perangsang tumbuh seperti hormon giberelin.  Hormon giberelin dapat memacu pembungaan secara langsung karena berpengaruh terhadap perkembangan sel tumbuhan.  Penggunaan hormon ini berfungsi untuk memacu keanekaragaman fungsi sel sehingga sel yang awalnya diarahkan untuk pertumbuhan tunas daun dialihkan untuk pertumbuhan tunas bunga.  
Budidaya kacang tanah telah dilaksanakan di lahan praktek kampus Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada bulan September sampai bulan Desember 2017.  Dalam kegiatan ini tanaman yang dibudidayakan adalah tanaman kacang tanah varietas Kelinci yang bersertifikat dengan perlakuan MSG 300 kg/ha dan 3,75 kg untuk luasan lahan 125 m2, dan dibandingkan dengan tanpa MSG dengan luasan lahan 125 m2. 
Berdasarkan hasil pengamatan dan uji t Tabel, pemberian MSG pada tanaman kacang tanah menunjukkan pengaruh yang berbeda tidak nyata pada tinggi tanaman dan jumlah cabang.  Sedangkan pada pengamatan generatif menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata pada pengamatan jumlah polong/tanaman, jumlah polong bernas/tanaman,berat biji kering/tanaman, dan berat 100 biji, dan berbeda tidak nyata pada jumlah biji/polong.  Pada lahan yang diberi teknologi MSG diperoleh produksi tanaman sebanyak 17 kg/125 m2  (0,6 ton/ha), meningkat 20% dibandingkan dengan produksi tanaman tanpa teknologi MSG yaitu 13 kg/125 m2 (0,4 ton/ha).</note>
<subject authority=""><topic>Budidaya Tanaman Pangan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="15219" url="" path="/MULYADI COVER.pdf" mimetype="application/pdf">COVER</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15220" url="" path="/MULYADI DAFTAR PUSTAKA.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15221" url="" path="/SURYA MULYADI ISI.pdf" mimetype="application/pdf">ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="15728" url="" path="/tanda tangan_1.jpg" mimetype="image/jpeg">lembar pengesahan</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>35256</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-16 10:30:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-09 08:54:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>