<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35391">
<titleInfo>
<title>BISNIS KROKET LABU KUNING</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAHMA DINI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>BISNIS KROKET LABU KUNING
RINGKASAN
Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan daerah yang memiliki aneka
ragam jenis kuliner gorengan seperti, risoles, pisang goreng, bakwan, dan kroket.
Kroket merupakan sebuah makanan yang didalamnya terdiri dari ragout yang
merupakan potongan-potongan sayuran atau daging yang dibumbui kemudian
dilapisi dengan putih telur dan tepung panir lalu digoreng. Kroket pada umumnya
terbuat dari kentang, namun dalam pelaksanaan Proyek Wirausaha Mandiri
(PWM) ini dilakukan diversivikasi produk terhadap kroket, dimana kroket yang
diproduksi diolah dengan penambahan labu kuning. Labu kuning dipilih karena
memiliki banyak gizi dan kandungan karbohidrat yang dapat mengenyangkan.
Selain itu alasan labu kuning digunakan adalah di daerah Kabupaten Lima Puluh
Kota banyak terdapat labu kuning, namun harga jualnya masih sangat rendah,
melalui pemanfaatan pada produksi kroket labu kuning ini dapat meningkatkan
harga jual labu kuning di pasaran.. Proses produksi kroket labu kuning dilakukan
sebanyak 30 kali produksi dengan kapasitas 1 kg tepung terigu setiap produksinya
selama periode PWM. Proses produksi dilakukan dengan menggunakan dua
orang tenaga kerja yang terdiri dari tenaga produksi dan pemasaran.Produk kroket
labu kuning dipasarkan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan tidak
langsung dimana promosi pemasaran dilakukan secara langsung dari mulut ke
mulut dan juga secara online melalui media sosial. Modal yang digunakan untuk
bisnis kroket labu kuning adalah sebesar Rp 1.200.000 yang digunakan untuk
investasi peralatan, pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya
overhead. Selama 30 kali produksi yang telah dilakukan diperoleh 3.169 kroket
labu kuning. Pendapatan yang diterima adalah sebesar Rp. 2.921.200 dengan
keuntungan bersih yang diperoleh diakhir usaha adalah sebesar Rp. 776.602.
Kata Kunci : Kroket, Labu Kuning</note>
<subject authority=""><topic>pengelolaan agribisnis</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="16159" url="" path="/LAPORAN PWM RAHMA DINI 2019.pdf" mimetype="application/pdf">BISNIS KROKET LABU KUNING</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>35391</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-09-26 10:59:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-09-26 10:59:40</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>