<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="35499">
<titleInfo>
<title>IbM IMPLEMENTASI PRODUK HILIR BERBAHAN BAKU GAMBIR UNTUK PENINGKATAN PERAN TENAGA KERJA WANITA DAN PENDAPATAN PETANI GAMBIR</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Andi Eviza</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ispinimiartriani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2017</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Pengabdian Masyarakat</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Gambir merupakan salah satu komoditas perkebunan Indonesia yang pasar utamanya adalah ekspor. Indonesia memasok 80% gambir dunia, dan Propinsi Sumatera Barat berperan sebagai produsen gambir terbesar di Indonesia dengan kontribusi sebesar 90%, dan 75% diantaranya dihasilkan oleh Kabupaten Lima Puluh Kota. Meskipun Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai kabupaten penghasil utama gambir Sumatera Barat, namun petani penghasil gambirnya masih belum merasakan keistimewaan tersebut. Permasalahan yang dihadapi oleh anggota Kelompok Tani Simpang Tigo dan Kelompok Tani Batu Kabau sebagai mitra kegiatan pengabdian yang merupakan sebagian kecil dari masyarakat petani gambir Kabupaten Lima Puluh Kota, adalah : 1. Rendahnya harga jual gambir, 2. Banyak tenaga kerja wanita yang tak termanfaatkan, 3. Sedikitnya peluang usaha yang bisa dilakukan selain budidaya gambir, dan 4. Rusaknya lingkungan hidup. Kegiatan IbM ini dilakukan dengan metoda pelatihan, demonstrasi dan bimbingan tentang : 1. Diversifikasi produk gambir melalui produk hilir yang bisa dikonsumsi langsung oleh masyarakat, dengan memanfaatkan tenaga kerja wanita, produk yang dihasilkan berupa; teh gambir, masker gambir, bedak dingin gambir, pestisida gambir. 2. Perbaikan pengolahan gambir sehingga memiliki keseragaman kualitas, 3. Pemanfaatan ampas daun gambir untuk kompos, 4. Penanaman tanaman sela dengan tanaman karet dan kakao dan 5. Pelatihan Manajemen Produksi dan Pemasaran. Dari ke- 5 (lima) kegiatan tersebut, permasalahan yang dihadapi mitra dapat di kurangi. Dan apabila kegiatan tersebut dilakukan juga oleh kelompok tani gambir yang lain, bukan tidak mungkin pennasalahan harga gambir yang rendah akan dapat diatasi, karena dengan semakin banyaknya produk hilir akan meningkatkan permintaan terhadap gambir, dan pada akhimya akan mengurangi ketergantungan kepada pembeli Iuar negeri. Diharapkan akibat kegiatan-kegiatan tersebut akan menaikkan harga jual gambir petani. Selain itu, dengan adanya an sela (tanaman karet dan kakao) dan penggunaan kompos dari ampas daun bir tidak hanya akan dapat meningkatkan pendapatan keluarga tani gambir bisa berdampak pula terhadap perbaikan lingkungan hidup. 
keyword : Produk hilir gambir, Teh Gambir, Masker gambir, Pestisida gambir, Kompos ampas daun gambir, Tanaman Sela</note>
<subject authority=""><topic>produk hilir</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Gambir</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Agribisnis</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>35499</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-01-17 09:36:17</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-01-17 09:36:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>