<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="36144">
<titleInfo>
<title>ANALISIS PENDAPATAN PETANI KAKAO DI KECAMATAN HARAU, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, SUMATERA BARAT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAMLAN 17254111002</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">pengelolaan perkebunan</placeTerm></place>
<publisher>BUDIDAYA TANAMAN PERKEBUNAN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan daerah penghasil kakao terbesar
dengan luas lahan 3.840 hektar dan produksi 2.238 ton per tahun. Kakao
merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan Indonesia yang memegang
peranan cukup penting dalam perekonomian Indonesia yakni sebagai penghasil
devisa Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pendapatan petani,
mengetahui tingkat pendapatan petani kakao jika dibandingkan dengan Upah
Minimum Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanaka di Kecamatan
Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota pada bulan Maret sampai Mei 2021. Metode
pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple random sampling. Penelitian
ini mengumpulkan data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari
survey kepada 38 responden melalui wawancara dengan daftar pertanyaan
(kuisioner) kepada petani kakao sedangkan data sekunder diperoleh dari studi
literatur, data Badan Pusat Statistik data Kecamatan Harau dan penelitian
terdahulu. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis
perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan usahatani kakao
sebesar Rp. 1.898.642 per Bulan. Perbandingan uji Z pendaparan perani kakao
perbulan lebih kecil dibandingkan Upah Minimum Provinsi Sumatera Barat,
dengan besar Upah Minimum Provinsi Sumatra Barat sebesar Rp. 2.484.041 per
Bulan sedangkan pendapatan petani kakao di Kecamatan Harau sebesar Rp.
1.898.642 per Bulan.</note>
<subject authority=""><topic>Pengelolaan Perkebunan</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="17926" url="" path="/SKRIPSI RAMLAN 17254111002.pdf" mimetype="application/pdf">Skripsi</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>36144</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-02 09:58:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-02 09:58:15</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>