<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="36178">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN AMPAS KELAPA FERMENTASI UNTUK MENGEFISIENSI BIAYA RANSUM BROILER</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IFRENA 18253232034</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">BUDIDAYA TERNAK</placeTerm></place>
<publisher>BUDIDAYA TANAMAN PANGAN</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemanfaaatan limbah industri pertanian sebagai salah satu bahan ransum
ternak merupakan salah satu cara pemecahan masalah tingginya biaya ransum,
salah satunya yaitu limbah kelapa parut. Kelapa parut setelah diambil santannya
menyisakan ampas kelapa. Sumatera Barat merupakan penghasil ampas kelapa
yang sangat tinggi karena ciri khas masakan Sumatera Barat adalah banyak
menggunakan santan. Ampas kelapa masih memiliki nilai nutrisi yang dapat
dimanfaatkan oleh ternak broiler. Nilai gizi yang terdapat dalam ampas kelapa
berupa protein 5,7%, lemak 16,3%, karbohidrat 38,1%, serat kasar 31,6%, air
5,5%, abu 2,6% galaktomanan, 26% manan, dan 16% selulosa (Cahya, 2016).
Nilai nutrusi ampas kelapa ini cukup rendah yaitu protein rendah dan serat kasar
yang tinggi. Meskipun dengan nilai nutrisi yang rendah tersebut tetap dapat
dimanfaatkan sebagai salah satu bahan ransum broiler namun pemanfaatan ampas
kelapa dapat ditingkatkan dengan melakukan fermentasi ampas kelapa.
Proyek Usaha Mandiri (PUM) dilaksanakan di kandang Laboratorium
Produksi Ternak Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh selama dua periode
dengan variabel yang diamati meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi
pakan, konversi pakan, mortalitas dan aspek finansial. Bahan dan alat yang
digunakan adalah: DOC sebanyak 200 ekor, ransum komersil BR-1, ampas kelapa
fermentasi, serta kandang dan perlengkapan kandang. Broiler dipelihara selama
25 hari. Perlakuan yang diberikan pada broiler adalah substitusi ransum komersil
dengan ampas kelapa fermentasi sebanyak 20%.
Pertambahan bobot badan yang dihasilkan adalah 1.120 gram pada periode
pertama dan 802,92 gram pada periode kedua. Konsumsi ransum pada periode
pertama adalah 1.525,66 gram sedangkan pada periode kedua 1.222,67 gram.
Konversi ransum pada periode pertama 1,41 sedangkan pada periode kedua
adalah 1,415. Mortalitas pada periode pertama sebesar 5% sedangkan pada
periode kedua sebesar 6%. Efesiensi ransum yang diperoleh sebesar 14,72 %.</note>
<subject authority=""><topic>budidaya ternak</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="17965" url="" path="/IFRENA 18253232034.pdf" mimetype="application/pdf">Tugas Akhir</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>36178</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-13 14:32:27</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-13 14:32:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>