<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="36218">
<titleInfo>
<title>DAMPAK PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP PROFIL DARAH BROILER DALAM CEKAMAN PANAS</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>rani maitul husna</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN
Peternak pada umumnya menggunakan sediaan antibiotik untuk menjaga 
agar fisiologis ayam tetap normal, namun cara ini dinilai kurang ekonomis karena 
harga sediaannya yang cukup mahal. Selain itu, penggunaan antibiotik secara 
terus menerus dapat meninggalkan residu dalam daging sehingga tidak aman
untuk dikonsumsi. Salah satu alternatif untuk menekan biaya produksi dan 
menghasilkan daging yang aman dan sehat adalah dengan memanfaatkan tanaman 
herbal. Dalam hal ini salah satu tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan adalah 
belimbing wuluh. Belimbing wuluh berpotensi sebagai immunomodulator untuk 
meningkatkan leukosit. Belimbing wuluh mengandung banyak bahan aktif seperti 
zat tannin, saponin, glukosida sulfur, asam format, peroksida, flavonoid, dan 
terpenoid.
PUM ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan air rebusan daun 
belimbing wuluh di air minum dalam cekaman panas terhadap total leukosit, 
eritrosit, dan hemoglobin broiler. Materi yang digunakan adalah 20 ekor ayam 
broiler yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok perlakuan dan kontrol. 
Kelompok perlakuan diberikan air minum dengan tambahan air rebusan daun 
belimbing wuluh 150 ml/l air pada kondisi cekaman panas sedangkan kontrol
diberikan air minum biasa. Ayam dipelihara pada kandang panggung sistem 
terbuka selama 28 hari. Pada akhir pemeliharaan dilakukan pengambilan sampel
darah yang dilanjutkan dengan penghitungan total leukosit, eritrosit, dan 
hemoglobin.
Hasil PUM ini menunjukan bahwa jumlah leukosit darah broiler perlakuan 
lebih rendah dibandingkan kontrol yaitu 30.787 sel/mm3
dan perlakuan 31.945 
sel/mm3
. Jumlah eritrosit darah broiler perlakuan lebih rendah dibanding kontrol 
yaitu 3.348.352 sel/mm3
dan perlakuan 4.216.144 sel/mm3
darah. Hemoglobin
broiler perlakuan lebih rendah dibanding kontrol 8,67 g/dl dan perlakuan 8,78 
g/dl. Namun ketiganya, leukosit, eritrosit, dan hemoglobin yang didapatkan masih 
berada pada kisaran normal dalam darah broiler.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18004" url="" path="/laporan PUM Rani Maitul Husna 037.pdf" mimetype="application/pdf">ISI PUM</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>36218</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-10 14:35:43</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-10 14:35:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>