<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="36250">
<titleInfo>
<title>PREVALENSI OTODECTES PADA KUCING (Felis catus)DI PRAKTEK DOKTER HEWAN MUNCAK PET’S CARE</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sri Wahyuni</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>RINGKASAN
Kucing adalah jenis hewan mamalia karnivora yang berasal dari keluarga 
Felidae. Habitat kucing adalah di darat, merupakan salah satu hewan kesayangan 
yang banyak dipelihara di masyarakat. biasanya berbaur dengan manusia sebagai 
peliharaan atau ada juga yang hidup liar. Otodectes merupakan ektoparasit yang 
hidup di dalam saluran telinga kucing. Tungau ini menginfeksi kucing, anjing, dan 
karnivora lain seperti rubah. Otodectes dapat menimbulkan gejala klinis apabila
populasinya meningkat pada inang, serta kondisi dan daya tubuh inang yang 
menurun.
Pada PUM ini, pengambilan sampel diambil dari 50 ekor kucing yang 
berada di Praktek Dokter Hewan Muncak Pet’s Care. Pengambilan sampel 
serumen telinga kucing diambil pada saluran telinga dan sampel kerok diambil 
pada saluran eksterna telinga. Metode yang digunakan natif, skin scraping, dan 
tape smear. Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Penyakit dan 
Kesehatan Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan PUM ini menunjukan bahwa dari
50 sampel yang diperiksa menunjukkan hasil sebanyak 23 (46%) positif terinfeksi 
tungau Otodectes, dan 27 (54%) sampel menunjukkan hasil negatif, ditemukan 23 
(46%) pada metode natif, 14 (28%) pada metode skin scraping, dan 9 (18%) pada 
metode tape smear. 
Kata kunci: Kucing, Otodectes</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">19253253052</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18035" url="" path="/LAPORAN PUM SRI WAHYUNI.pdf" mimetype="application/pdf">ISI PUM</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>36250</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-21 11:12:46</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-21 11:12:46</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>