<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="36290">
<titleInfo>
<title>SCREENING PREVALENSI INFESTASI TUNGAU KUDIS PADA ANJING DI KENAGARIAN SARILAMAK</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEVINDA MAHARANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Anjing adalah salah satu jenis mamalia hasil domestikasi yang telah banyak 
dipelihara oleh masyarakat. Mamalia ini rentan terhadap berbagai penyakit. Salah 
satu penyakit yang dapat merugikan peternak adalah penyakit yang bersifat 
zoonosis. Kudis merupakan penyakit kulit pada anjing yang disebabkan oleh 
tungau yang bersifat zoonosis. Tungau penyebab penyakit kudis diantaranya yaitu 
Sarcoptes scabiei, Demodex sp., dan Otodectes cynotis. Tujuan dari pengamatan 
yaitu untuk mengetahui populasi anjing terinfeksi tungau kudis serta mengetahui 
jenis tungau yang menginfestasi anjing di Kenagarian Sarilamak.
Proyek Usaha Mandiri ini telah dilaksanakan di Kenagarian Sarilamak dan 
Laboratorium Penyakit dan Kesehatan Hewan Politeknik Pertanian Negeri 
Payakumbuh. Pengambilan sampel di lapangan dilakukan dengan metode 
scraping atau kerokan kulit pada 25 ekor anjing yang memiliki gejala klinis 
kudis, dan dengan metode ear swab atau usap telinga pada 15 ekor anjing. Pada 
sampel kerokan kulit dilakukan pemeriksaan di laboratorium dengan 
menggunakan metode sentrifugasi, kemudian sampel kerokan kulit dan usap
telinga dapat dilihat secara mikroskopis di bawah mikroskop dengan pembesaran 
10x10. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel di lapangan yaitu scalpel,
botol sampel, dan kotak untuk menyimpan sampel. Sedangkan alat yang 
digunakan untuk pemeriksaan di laboratorium terdiri dari tabung sentrifus, rak 
tabung reaksi, centrifuge, kaca objek, pipet tetes, mikroskop, pinset, nampan. 
Bahan yang dibutuhkan untuk pengambilan sampel di lapangan yaitu KOH 10%, 
mineral oil, cotton bud, plastik ziplock, alkohol 10%, kapas, salep antibiotik 
(Gentamicin sulfate), tisu, kertas label dan sarung tangan. Kemudian bahan yang 
dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium adalah sampel lapangan, KOH 10%, 
sarung tangan dan tisu.
Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan pada metode scraping yaitu dari 25 
sampel terdapat 7 sampel positif tungau kudis dengan jenis Demodex, dan pada 
metode ear swab tidak ditemukan jenis tungau yang menginfestasi anjing. 
Sehingga prevalensi infestasi tungau kudis pada anjing di Kenagarian Sarilamak 
yaitu 28% dengan ditemukan 100% jenis tungau Demodex.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18075" url="" path="/LAPORAN PUM DEVINDA MAHARANI.pdf" mimetype="application/pdf">ISI PUM</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>36290</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 11:57:20</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 11:57:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>