<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="36291">
<titleInfo>
<title>SURVEI DAN IDENTIFIKASI INFEKSI ENDOPARASIT SALURAN PENCERNAAN PADA KUCING PELIHARAAN DI NAGARI KOTO TUO</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MEYSI ANDRIANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh</publisher>
<dateIssued>2022</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kucing peliharaan (Felis catus) adalah hewan yang sudah didomestikasi dan 
hidup berdampingan dengan manusia. Tempat hidup kucing sangat mempengaruhi 
pertumbuhan dan kesehatan kucing. Kendala yang dihadapi pemelihara kucing 
adalah terganggunya saluran pencernaan akibat infeksi endoparasit. Beberapa jenis 
endoparasit yang menginfeksi saluran pencernaan kucing adalah protozoa dan 
infeksi cacing (Ancylostoma dan Toxocara cati). Cara penularan dari endoparasit 
adalah melalui makanan dan minuman yang tercemar. Infeksi endoparasit pada 
saluran pencernaan tidak selalu menampakkan gejala klinis, hanya pada infestasi 
yang berat dapat menyebabkan diare, nafsu makan dan daya tahan tubuh menurun, 
serta gangguan pertumbuhan. 
Pengamatan telah dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya infeksi 
endoparasit saluran pencernaan pada kucing peliharaan pada 4 Jorong Nagari Koto 
Tuo. Koleksi sampel feses kucing peliharaan dilakukan sebanyak 50 sampel yang 
diperoleh dari masing-masing jorong yaitu Jorong Tanjung Pati 13 sampel, Jorong 
Pulutan 13 sampel, Jorong Koto Tuo 12 sampel, dan Jorong Padang Rantang 12 
sampel, sampel diambil dan dibawa ke Laboratorium Penyakit dan Kesehatan 
Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Metode pengumpulan data 
primer yang digunakan dalam identifikasi endoparasit saluran pencernaan pada 
kucing peliharaan adalah survei lapangan dan metode apung sentrifus untuk analisa 
laboratorium. 
Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan PUM ini menunjukkan bahwa 49 
sampel feses kucing peliharaan dinyatakan negatif protozoa dan 1 sampel positif 
terinfeksi protozoa Isospora felis dengan tingkat prevalensi sebesar 2% yang 
ditemukan pada Jorong Pulutan Nagari Koto Tuo. Infeksi Ancylostoma terdapat 
pada 7 sampel dengan tingkat prevalensi sebesar 14% dan infeksi Toxocara cati
sebanyak 14 sampel dengan tingkat prevalensi sebesar 28%</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification></classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18076" url="" path="/LAPORAN PUM MEYSI ANDRIANI.pdf" mimetype="application/pdf">ISI PUM</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>36291</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 12:00:08</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-02-25 12:00:08</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>