<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3801">
<titleInfo>
<title>APLIKASI KOMPOS JERAMI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAGUNG ( Zea mays L. )</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AHMAD REZA PAHLEWI BP. 1001325022 PROGRAM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Proyek Usaha Mandiri</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman serealia yang utama di Indonesia dan merupakan sumber makanan pokok kedua setelah beras, dan memiliki fungsi penting bagi kebutuhan pangan manusia. Produksi jagung masih tergolong rendah dan kebutuhan belum terpenuhi, jadi peluang untuk usaha tani jagung masih terbuka.rnRendahnya produksi jagung di Indonesia terutama disebabkan oleh faktor tanah yang tandus, belum menyebarnya pemakaian bibit unggul, pemakaian pupuk yang kurang berimbang, tidak tersedia atau rendahnya ketersediaan unsur P di dalam tanah serta cara bercocok tanam yang belum diperbaiki (Suprapto, 1987)rnMenurut Musnamar (2003) Salah satu penyebab tandusnya tanah adalah terjadinya penurunan kandungan bahan organik serta pemakaian pupuk kimia secara terus-menerus membuat kondisi tanah semakin masam. Untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan tingkat kesuburan tanah perlu dilakukan pemberian pupuk organik.rnKompos jerami adalah salah satu bahan organik yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan tingkat kesuburan tanah. Kandungan beberapa unsur hara di dalam 1 ton kompos jerami padi adalah unsur makro Nitrogen (N) 2,11%, Fosfor (P2O5) 0,64%, Kalium (K2O) 7,7%, Kalsium (Ca) 4,2%, serta unsur mikro Magnesium (Mg) 0,5%, Cu 20 ppm, Mn 684 ppm dan Zn 144 ppm (Departemen Pertanian, 2010).rnProyek Usaha Mandiri (PUM) ini dilaksanakan pada bulan September 2012 sampai bulan Januari 2013, di kebun percobaan Politeknik Pertanian Universitas Andalas Payakumbuh dengan teknologi apilasi kompos jerami untuk meningkatkan produksi jagung. Dosis yang diaplikasikan sebanyak 120 kg/300 m2.rnBerdasarkan pelaksanaan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini diperoleh produksi jagung pipilan kering sebanyak 62 Kg dengan harga jual Rp 3.300/kg, dari hasil produksi diperoleh penerimaan total (TR) sebesar Rp 204.600, dan biaya total (TC) adalah sebesar Rp 399.100. Proyek Usaha mandiri ini diperoleh R.C Ratio yaitu 0,5 yang berati proyek rugi dan profitabilitasnya -48,7%, jadi proyek tidak layak diusahankan. Hal ini dikarenakan lahan proyek yang diproleh tidak layak dijadikan untuk usaha budidaya jagung.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3801</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>