<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4004">
<titleInfo>
<title>PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.)  SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO  PADA BERBAGAI VARIETAS  DI BB PADI SUKAMANDI SUBANG JAWA BARAT</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Riswan NBP.  1001325023</namePart>
<role><roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"></placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2013</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Laporan Tugas Akhir</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil berswasembada beras dengan produksi berasmen capai 35,8 juta ton setelah sekian lama menjadi pengimpor beras terbesar di dunia. Pada tahun 2004 Indonesia kembali berhasil berswasembada beras dengan produksi beras 38 juta ton beras (Taufik, 2008).rnProduksi tanaman padi di Indonesia masih menemuiken dala, hal ini terlihat dari produktivitas padi yang semakin menurun, jumlah areal penanaman padi semakin menyempit, serta Kendala pengendalian hama dan penyakit yang disebabkan oleh iklim mikro yang tercipta diantara pertanaman padi (BPP Lenteng Sumenep, 2010).rnSalah satupaya peningkatan produksi melalui intensifikasi adalah penggunaan sistem tanam dan varietas. Ditingkat petani sistem tanam yang banyak dilakukan adalah dengan cara tanam konvensional (sistem tegel), namun saat ini banyak petani menggunakan cara tanam legowo.rnSistem tanam legowo adalah pola bertanam yang berselang seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo diambil dari bahasa Jawa, yaitu berasal dari kata “lego”berarti luas dan“dowo” berarti memanjang ( Abdulrachman dkk, 2012 ).rnKegiatan untuk penulisan Laporan Tugas Akhir (LTA) ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret sampai 18 Juni 2013 di areal Balai Besar Tanaman Padi (BALITPA)  Sukamandi Kec. Ciasem Kab. Subang, Jawa Barat.rnHasil pengamatan tanaman pada umur 20, 34, 48 hst, tinggi tanaman dari sistem tanam terdapat pada perlakuan legowo2 : 1 (T2) dan hasil pengamatan dari pengaruh Varietas diperoleh Varietas Inpari 6 (V1). Pengaruh Varietas terhadap sistem tanam yang paling tinggi terdapat pada varietas Hipa Jatim 2 (V4) dengan sistem tanam legowo 4 : 1 tipe 2 (T4). Pada pengamatan jumlah anakan dari pengaruh sistem tanam yang paling banyak terdapat pada system tanam tegel (T1) dan hasil pengamatan pengaruh varietas diperoleh Varietas Hipa 5 (V3).Pengaruh Varietas terhadap sistem tanam jumlah anakan yang paling banyak terdapat pada Varietas Hipa 5 (V3) dengan sistem tanam legowo4 : 1 tipe 1 (T3)rn</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>4004</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 14:16:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>