<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41021">
<titleInfo>
<title>PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI HELMINTHIASIS PADA KUDA PACU KOTA PAYAKUMBUH</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>INDAH ANGGUN PERMATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kuda merupakan hewan berkuku satu yang termasuk dalam famili Equidae, spesies Equus caballus yang memiliki aktifitas fisik tinggi sehingga membutuhkan kondisi kesehatan yang optimal. Infeksi endoparasit dapat menurunkan performa fisik, menyebabkan gangguan pencernaan, penurunan berat badan, dan anemia, yang secara langsung berdampak pada prestasi pacuan. Sanitasi kandang yang kurang baik dapat menurunkan kualitas lingkungan dan memicu infeksi endoparasit, khususnya helminthiasis. Oleh karena itu, pengendalian sanitasi menjadi faktor penting dalam pemeliharaan kuda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta jenis helminthiasis pada kuda pacu di Kota Payakumbuh.

Proyek Usaha Mandiri dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh pada periode 1-30 Oktober 2025. Sebanyak 50 sampel feses kuda pacu dikumpulkan dan diperiksa menggunakan metode apung dan sedimentasi untuk mendeteksi keberadaan telur cacing. Identifikasi jenis helminthiasis dilakukan berdasarkan karakteristik morfologi telur cacing yang ditemukan.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infeksi helminthiasis sebesar 62%. Jenis telur cacing yang teridentifikasi meliputi Cyathostomes sp. (26%), Trichostrongylus sp. (34%), Strongylus sp. (20%), dan Oxyuris equi. (2%), yang seluruhnya berasal dari kelas Nematoda. Tingkat infestasi tertinggi ditemukan pada kuda berumur 6-20 tahun (88,88%) serta pada kuda betina (65,85%). Selain itu, infestasi paling tinggi terjadi pada kuda yang tidak mendapatkan obat cacing secara rutin (62%).</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253211007</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41021</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 09:35:31</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 09:45:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>