<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41033">
<titleInfo>
<title>IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI HELMINTIASIS PADA FESES AYAM PETELUR DI KENAGARIAN SUNGAI BERINGIN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUHAMMAD SYAMIL</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Ayam petelur merupakan ayam final stock yang memiliki potensi dipelihara oleh kalangan masyarakat. Ayam petelur mempunyai kemampuan memproduksi telur yang tinggi dibandingkan ayam ras jenis lainnya. Akan tetapi ayam petelor mudah terserang penyakit seperti kecacingan atau helmintiasis, jika pada sosta peternakan tidak menerapkan konsep bio security ketat. Sehingga penyakit helmintiasis menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi pada ternak dan ternak mengalami penurunan produksi. Penyakit helmintiasis dapat ditanggulangi dengan cara pemberian obat cacing secara rutin.

Kegiatan (PUM) ini telah dilaksanakan pada Bulan September sampai November 2025. Pengambilan sampel dilakukan di Kenagarian Sungai Beringin dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan menggunakan 2 metode yaitu metode Apung dan Parfit and Banks. Tujuan dilakukan PUM ini yaitu untuk mengetahui prevalensi ayam petelur yang terinfeksi endoparasit di Nagari Sungai Beringin, mengetahui jenis-jenis helmintiasis yang menginfeksi ayam petelur di Nagari Sungai Beringin dan mengasah keterampilan dalam mengidentifikasi helmintiasis, baik keterampilan di lapangan maupun di laboratorium.

Dari hasil pemeriksaan menunjukan bahwa 50 sampel feses ayam petelur yang di ambil, didapatkan hasil positif helminthiasis sebanyak 2 sampel dengan nilai prevalensi 4%. Jenis helmintiasis yang ditemukan berasal dari kelas nematoda dan cestoda, dari kelas nematoda yaitu Ascaridia sp dan dari kelas cestoda yaitu Railletina sp.

Berdasarkan hasil pemeriksaan helmintiasis di Kenagarian sungai Beringin tersebut dapat disimpulkan bahwa sangat rendah kasus helmintiasis yang ditemukan di Kenagarian Sungai Beringin. Rendahnya kasus tersebut berkaitan dengan sudah baiknya penerapan konsep bio security dan juga manajemen pemeliharaan yang dilakukan oleh peternak ayam petelur, karena para peternak menerapkan program pemberian obat cacing dengan teratur sehingga dapat mencegah terserangnya penyakit kecacingan atau helmintiasis di Kenagarian Sungai Beringin tersebut.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253211015</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41033</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 11:38:45</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-24 11:39:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>