<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41049">
<titleInfo>
<title>PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma longa) PADA RANSUM TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT PADA KAMBING KACANG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RIKI AGUSTIAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kambing merupakan salah satu ternak ruminansia penghasil daging yang cukup potensial. Kambing kacang adalah ras unggul yang pertama kali dikembangkan di Indonesia. Permasalahan yang sering terjadi pada kambing kacang meliputi gangguan nutrisi dan penyakit yang dapat mempengaruhi gambaran darah, diantaranya penurunan jumlah eritrosit dan leukosit. Kunyit dikenal sebagai tanaman obat yang memiliki sifat antiinflamasi dan imunomodulator.

PUM ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian tepung kunyit (Curcuma longa) dalam ransum terhadap jumlah eritrosit dan leukosit kambing kacang dan mengkaji potensi kunyit sebagai bahan pakan tambahan yang bersifat imunostimulan alami dalam mendukung kesehatan kambing kacang.

PUM ini menggunakan 2 ekor kambing kacang yaitu perlakuan yang diberi tepung kunyit (P1) dan kontrol (P2). Perlakuan diberi selama 14 hari. Pengambilan sampel darah dilakukan 1 hari sebelum perlakuan (M1), hari ke 8 perlakuan (M2) dan 1 hari setelah akhir masa perlakuan (M3). Jumlah eritrosit dan leukosit pada kambing kacang diperiksa menggunakan alat hemositometer. Darah kambing tersebut diambil dari vena jugularis.

Jumlah eritrosit kambing P1 meningkat pada akhir perlakuan (8,76 x 10°/μL) dibanding dengan sebelum perlakuan (4,73 x 10°/µL), sedangkan pada P2 jumlah eritrosit menurun dengan jumlah terendah pada hari ke-8 perlakuan (5,83 x 10°/μL) dibandingkan dengan sebelum perlakuan (8,75 x 10º/μL). Selanjutnya pada jumlah leukosit kambing P1 meningkat pada akhir pemeriksaan (14.245 sel/mm³) dibanding dengan sebelum perlakuan (9.927 sel/mm³), sedangkan pada P2 jumlah leukosit meningkat dengan jumlah tertinggi (15.620 sel/mm³) pada 1 hari setelah akhir perlakuan dibanding dengan sebelum perlakuan (13.365 sel/mm³). Dapat disimpulkan jumlah eritrosit normal ditemukan pada M3 perlakuan P1 dan pada M1 jumlah P2, sedangkan jumlah leukosit pada kedua perlakuan dan seluruh pemeriksaan masih berada dalam kisaran normal.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253212031</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41049</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 08:39:25</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 08:39:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>