<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41051">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH UNTUK PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA KELINCI</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. TAUPIK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>KelINci merupakan hewan peliharaan yang lumayan populer, selain bisa dijadikan hewan peliharaan kelinci juga sering kali dijadikan hewan percobaan. Luka insisi merupakan luka terbuka yang terjadi akibat sayatan benda tajam, seperti pisau bedah atau alat bedah lainnya, yang secara sengaja dibuat untuk tujuan medis atau penelitian. Alternatif yang dapat digunakan mengobati luka insisi pada kelinci adalah menggunakan ekstrak daun sirih merah.

Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap proses penyembuhan luka insisi pada kelinci dan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2025. Pembuatan ekstrak daun sirih merah serta pengamatan terhadap panjang dan lebar luka insisi dilakukan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini menggunakan 8 ekor kelinci yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 4 ekor sebagai kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak daun sirih merah dan 4 ekor sebagai kelompok kontrol negatif tanpa pemberian ekstrak. Pengamatan dilakukan setiap dua hari sekali selama 14 hari dengan parameter berupa perubahan panjang dan lebar luka insisi.

Berdasarkan hasil pengamatan pada hari ke-14 kelompok perlakuan menunjukkan rata-rata panjang dan lebar luka masing-masing 15,48 mm dan 1,40 mm, sedangkan kelompok kontrol negatif menunjukkan 18,13 mm dan 1,58 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih merah memberikan efek positif terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253212023</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41051</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 08:48:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 08:48:47</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>