<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41053">
<titleInfo>
<title>PENGGUNAAN GEL EKSTRAK DAUN KOPASANDA (Charomolaena odorata) SEBAGAI OBAT LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus musculus)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>VIOLINA FEBRIANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Mencit (Mus musculus) merupakan hewan yang paling umum digunakan pada penelitian laboratorium sebagai hewan percobaan. Terkadang dalam melakukan penelitian terjadi beberapa kesalahan yang menyebabkan luka di tubuh mencit seperti luka sayat. Salah satu obat yang digunakan untuk penyembuhan luka sayat berupa gel ekstrak daun kopasanda. Tujuan PUM ini untuk mengetahui penyembuhan luka pada mencit dengan cara mengukur panjang luka dan lebar luka.

Daun kopasanda dijadikan ekstrak menggunakan metode maserat dengan pelarut etanol 70%. Maserat dipisahkan dari ampas menggunakan saringan dan kapas, lalu diuapkan dengan alat rotary evaporator. Dilanjutkan dengan pembuatan gel dengan bahan Na-CMC 0,5 g, propilen glikol 2,5 ml. gliserin 5 ml dan metil paraben 0,25 g. dilarutkan di atas water bath dengan suhu 50 °C tambahkan ekstrak daun kopasanda 15 g, akuades hingga mencapai berat sediaan gel 50 g. dan sampai bahan membentuk gel.

PUM ini menggunakan 20 ekor mencit yang dilukai bagian punggung. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu, P1 (gel kopasanda), P2 (gel kosong), P3 (tidak diberi apa-apa) dan P4 (Bioplasenton®).

Rata-rata panjang luka yang diberi perlakuan P1 pada hari ke-14 yaitu 00 mm sedangkan pada yang perlakuan P2 pada hari ke-14 yaitu 4,06 mm sedangkan pada P3 hari ke-14 yaitu 4,94 mm sedangkan P4 pada hari ke-14 yaitu 1,4 mm mencit sembuh pada hari ke-16. Hasil pengamatan dari Proyek Usaha Mandiri ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan sediaan gel ekstrak daun kopasanda efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253212038</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41053</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 09:01:55</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 09:02:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>