<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41065">
<titleInfo>
<title>EVALUASI KINERJA POMPA PADA SISTEM  IRIGASI CURAH CURAH PADA LAHAN TSDA</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>REGI JANCONEL OCHAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>TATA  AIR PERTANIAN</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Sistem irigasi curah (sprinkler irrigation) merupakan metode penyiraman yang menggunakan semprotan air melalui nozzle untuk mendistribusikan air secara merata ke lahan pertanian. Pompa merupakan komponen utama dalam sistem irigasi curah karena berfungsi menyediakan debit dan tekanan air yang dibutuhkan agar air dapat disemprotkan secara optimal melalui nozzle. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja pompa yang digunakan pada sistem irigasi curah di lahan TSDA, menghitung parameter kinerja utama pompa seperti debit, curah, tekanan dan Mencari atau menentukan jarak antar sprinkler yang paling optimal di lahan TSDA Salah satu metode irigasi yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air yaitu salah satu metode irigasi yang di gunakan ialah irigasi curah menggunakan sprinkler, pompa, dan ombrometer dengan ukuran yang sama. Hasil penelitian menunjukkan Hasil pengujian sistem irigasi curah di lahan TSDA menunjukkan bahwa tekanan air sangat memengaruhi debit, jarak pancaran, luas basah, dan koefisien keseragaman siraman (CU). Perlakuan perbaris dengan tekanan 11 psi menghasilkan debit tertinggi (66,069 ml/detik), jarak pancaran dan luas basah yang lebih stabil, serta nilai CU tertinggi (61,85%), sehingga distribusi air lebih merata dan efisiensi irigasi lebih baik. Perlakuan perdua baris menunjukkan penurunan debit, sebaran air, dan CU (45,43%), sedangkan perlakuan keseluruhan dengan tekanan 3 psi menghasilkan debit terendah (23,681 ml/detik), distribusi air paling tidak merata, dan CU terendah (35,43%). Secara umum, semakin tinggi tekanan, semakin besar debit dan keseragaman distribusi air, sehingga kinerja dan efisiensi sistem irigasi meningkat. Jarak pancaran efektif sprinkler berada pada kisaran ±3 m, sehingga jarak antar sprinkler yang optimal berada pada rentang 2,5-3 m.</note>
<subject authority=""><topic>TATA AIR PERTANIAN</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">22253322027</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41065</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 11:11:27</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 11:12:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>