<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41066">
<titleInfo>
<title>IRIGASI CICIN PADA TANAMAN KALE KERITING (Brassica olerancea)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DIFLA ZARVIAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>TATA  AIR PERTANIAN</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Ketersediaan air yang terbatas dan meningkatnya kebutuhan air pada sektor pertanian menuntut penerapan sistem irigasi yang efisien dan tepat sasaran. Salah satu metode irigasi yang dapat digunakan adalah irigasi cincin, yaitu sistem pemberian air yang dialirkan secara melingkar di sekitar tanaman kale keriting sehingga air langsung terserap pada zona perakaran. Sistem ini mampu mengurangi kehilangan air akibat limpasan dan penguapan, serta meningkatkan keseragaman distribusi air. Tanaman kale dipilih untuk penerapan irigasi cincin disebabkan karena memiliki sistem perakaran dangkal dan kebutuhan air yang relatif stabil, sehingga memerlukan metode irigasi yang mampu mendistribusikan air secara merata di zona perakaran. Irigasi cincin memungkinkan air diberikan langsung di sekitar tanaman, sehingga efisiensi penggunaan air meningkat dan kehilangan air dapat diminimalkan. Selain itu, kale termasuk tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dan sensitif terhadap kekurangan maupun kelebihan air, sehingga cocok digunakan sebagai tanaman indikator dalam pengujian kinerja sistem irigasi cincin. Tujuan Proyek Usaha Mandiri untuk mengaplikasikan pengaruh irigasi cincin terhadap tanaman kale keriting, menguji EU irigasi cincin, dan membuat irigasi cincin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi cincin memiliki keseragaman distribusi air yang baik dengan nilai Emission Uniformity (EU) sebesar 92,27%. Debit air yang dihasilkan berkisar antara 0,0037 hingga 0,0050 L/detik per emiter dengan tekanan pompa 0,2 bar. Tinggi tanaman kale keriting mencapai +35-36 cm saat panen. Kesimpulan adalah sistem irigasi cincin yang dirancang layak diterapkan untuk tanaman hortikultura dalam polibag. Sistem ini mampu mendistribusikan air secara merata dan memenuhi kebutuhan air tanaman selama fase pertumbuhan vegetatif.</note>
<subject authority=""><topic>TATA AIR PERTANIAN</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253312006</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41066</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 11:15:23</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 11:15:55</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>