<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41115">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA PERTUMBUHAN RAMBUT KELINCI PERSILANGAN FUZZI (Oryctolagus cuniculus)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>LATHIFA ASSILA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Kelinci merupakan hewan penghasil bulu yang sering mengalami kerontokan akibat faktor stres, lingkungan, gizi, hormon, dan keturunan. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung senyawa senyawa seperti mineral, asam amino esensial, antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, flavonoid, tanin, saponin yang diduga mampu merangsang pertumbuhan rambut secara alami dan arman. Berdasarkan hal tersebut, maka Proyek Usaha Mandiri ini dilaksanakan untuk mengetahui manfaat ekstak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan panjang rambut dan bobot rambut.

Kegiatan Proyek Usaha Mandiri dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2025 di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan menggunakan 4 ekor kelinci. Pada setiap kelinci, bagian punggung dicukur menjadi dua bagian, yaitu sisi kanan sebagai perlakuan yang diberikan ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) konsentrasi 20% dengan dosis 0,5 ml dan sisi kiri sebagai kontrol positif yan diberikan Regrou Minoxidil dengan dosis 0,5 ml. Setelah pencukuran, perlakuan diberikan sesuai kelompok, kemudian pertumbuhan panjang rambut diamati melalui pengukuran pada hari ke3, 6, 9, 12, 15, serta penimbangan bobot rambut sebanyak 30 helai dilakukan pada hari ke-18.

Berdasarkan hasil pengamatan, rata-rata panjang rambut kelinci pada hari ke-3 pada kelompok perlakuan sebesar 1,41 mm dan kontrol 1,40 mm. hari ke-6 perlakuan 3,74 mm dan kontrol 3,59 mm. Hari ke-9 pelakuan 7,13 mm dan kontrol 6,70 mm. Hari ke-12 perlakuan 8,48 mm dan kontrol 8,06 mm. Hari ke-15 perlakuaun 9,56 mm dan kontrol 9,59 mm. Serta hari ke-18 11,87 mm pada perlakuan dan 11,84 mm pada kontrol. Selain itu, rata-rata bobot rambut pada hari ke-18 menunjukkan nilai 1.075 mg pada kelompok perlakuan dan 0,975 mg pada kelompok kontrol.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253213046</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41115</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 11:50:59</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 14:13:13</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>