<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41119">
<titleInfo>
<title>PEMANFAATAN OXFENDAZOLE UNTUK PENGOBATAN HELMINTHIASIS PADA SAPI INI NAGARI TIAKAR PAYOBASUNG</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUHAMMAD SEPTIO IRAWAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Ternak sapi merupakan salah satu sumber daya penghasil bahan makanan berupa daging yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sapi menghasilkan berbagai kebutuhan, terutama sebagai bahan makanan berupa daging, susu dan kotorannya yang dapat dijadikan pupuk kandang

Proyek Usaha Mandiri dilakukan di Nagari Tiakar Payobasung dan Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dimulai dari tanggal 8 Oktober 2025 dan berakhir pada tanggal 12 November 2025. Sampel yang diambil di Nagari Tiakar Payobasung sebanyak 27 sampel feses sapi. Cara pemeriksaan sampel menggunakan metode Apung.

Sampel yang negatif dibiarkan dan sampel yang positif lansung ditindak lanjuti untuk pemberian obat cacing sesuai dosis dengan perbandingan 200/berat badan, untuk mengukur berat badan mengunakan rumus modifikasi.

Hasil pemeriksaan dari 27 sampel feses sapi diantaranya 25 sampel positif terinfeksi helminthiasis di Nagari Tiakar Payobasung sebelum pemberian sebanyak 92,6% sampel positif terinfeksi helminthiasis, dan sesudah pemberian oxfendazole pada sapi didapatkan hasil sebesar 100% Negatif helminthiasis. Peternak perlu melakukan pemberian anthelmentik agar mencegah terjadinya helminthiasis atau kecacingan pada sapi.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253212025</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41119</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 13:46:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-26 14:21:48</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>