<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41146">
<titleInfo>
<title>PERBANDINGAN TINGAN PENELITIAN FOTO UDARA DRONE DENGAN DAN TANPA GROUND  CONTROL POINT (GCP) PADA KAWASAN KAMPUS POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>REYHAN MAULANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Tata Air Pertanian</publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan teknologi penginderaan jauh, khususnya penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), telah memberikan kontribusi signifikan dalam kegiatan survei dan pemetaan karena kemampuannya menghasilkan data spasial secara cepat, efisien, dan beresolusi tinggi. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas peta hasil fotogrametri UAV adalah akurasi geometrik, yang sangat dipengaruhi oleh penggunaan Ground Control Point (GCP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat akurasi ortofoto yang dihasilkan dari pemotretan udara menggunakan drone DJI Inspire 2 dengan dan tanpa penggunaan GCP. Pengolahan data dilakukan menggunakan software Agisoft Metashape, sedangkan evaluasi akurasi dilakukan melalui perhitungan Ground Sampling Distance (GSD), Root Mean Square Error (RMSE), Circular Error (CE90), dan Linear Error (LE90). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan data dengan GCP menghasilkan akurasi yang lebih baik dibandingkan tanpa GCP, ditunjukkan oleh selisih rata-rata kesalahan horizontal dan vertikal yang jauh lebih kecil. Nilai CE90 dan LE90 yang diperoleh memenuhi standar ketelitian Peta RBI Kelas 2 untuk skala 1:5000 berdasarkan PERBIG Nomor 6 Tahun 2018, meskipun belum memenuhi standar untuk skala 1:1000. Dengan demikian, penggunaan GCP terbukti berperan penting dalam meningkatkan ketelitian posisi ortofoto dan sangat direkomendasikan dalam pemetaan berbasis UAV untuk mendukung kegiatan survei dan perencanaan tata guna lahan.</note>
<subject authority=""><topic>TATA AIR PERTANIAN</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253311001</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41146</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 13:22:44</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 13:23:17</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>