<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="41153">
<titleInfo>
<title>PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI PROTOZOA GASTROINTESTINAL PADA SAPI KELOMPOK TANI ARGA DI KECAMATAN SUNGAI TARAB KABUPATEN TANAH DATAR</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FAISAL</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Payakumbuh</placeTerm></place>
<publisher>Paramedik Veteriner</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"></languageTerm>
<languageTerm type="text"></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">PUM</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini dilakukan untuk mengkaji prevalensi dan identifikasi infestasi protozoa, yang mencakup Eimeria sp., Balantidium sp.. Entamoeba sp., Cryptosporidium sp., Giardia sp., pada sapi Simental dan Limousin di Kelompok Tani Arga Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar. Prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal dapat bervariasi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor kondisi lingkungan. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap prevalensi infeksi protozoa saluran cerna meliputi perubahan iklim, suhu lingkungan, kelembaban udara, ketinggian suatu wilayah, dan curah hujan yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas ternak, termasuk penurunan berat badan, pertumbuhan, dan daya tahan tubuh ternak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tingkat prevalensi dan identifiksi protozoa ini guna mengelola kesehatan ternak secara lebih baik. PUM ini dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh selama periode 28 September hingga 22 Oktober 2025. Sebanyak 50 sampel feses diambil dan diperiksa menggunakan metode apung dan sedimentasi, yang merupakan teknik yang umum digunakan untuk mendeteksi keberadaan protozoa dalam feses sapi serta identifikasi protozoa berdasarkan morfologi.

Hasil PUM didapatkan prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal di Kelompok Tani Arga Kecamatan Sungai Tarab adalah 48%. Dari jumlah tersebut, prevalensi Eimeria sp., 8%, Balantidium sp., 26% dan Entamoeba sp., 16%. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa prevalensi parasit lebih tinggi pada sapi betina, yang mencapai 59,2%, dibandingkan dengan sapi jantan yang hanya 34,7%. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan prevalensi berdasarkan jenis kelamin dan pemberian obat cacing yang berbeda antara sapi jatan dan betina.</note>
<subject authority=""><topic>paramedik veteriner</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Digital LTA dan PUM PPNP</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">23253213053</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>41153</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 14:13:10</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-02 14:13:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>